Sunday, November 23, 2008

The Beauty of Indonesia

I love the blue of Indonesia
It's the flavour in the end
I love the blue of Indonesia
you can taste it everywhere

Memory of this jingle of Indonesia in Bentoel ads remind me of the beauty of Indonesia.

Is that really necessary to write a head like that? maybe some of readers asking. I would say yes, it is really necessary, because the real face of Indonesia (0r Endonesia as Indonesian frequently say's) is beatiful. You may check right to the next picture of one temple in Bali. It is beautiful right?

The beauty and richness of Indonesia is well known around the world, since thousands years ago. Why the Dutch, the Portugeese, French and Japaneese were come and becoming imperialst if not?
You may see from Sabang to Merauke, there is only beauty. The famous of Lake Toba with it's Samosir Island in the center, Rumah Gadang and hystorical Jam Gadang at West Sumatera, or tari Seudati from Aceh. You may see the hystorical bridge that was built by Ir. Soekarno (the founding father), AMPERA bridge which laying at the Musi River of Palembang in South Sumatera. Or you may visit the biggest tins producing islands in the world with they beauty beaches of Bangka and Belitung.
Going to Java, you will find more original and classic culture, such as degung a traditional music of Sundaneese people, beauty of Bandung a romantic and good looking city with nice ladies as well. At central Java, you may find a famous and wellknown part of 7 world magnificent. It's Borobudur temple which is built by Syailendra dynasti in early 7th century. Prambanan, as hindu's temple in Yogyakarta may bring you a pleasent romantic moment as remember the epic of Ramayana behind his story. Visit Yogyakarta and Surakarta to find an exiting and exotism of Java. Feel the warmth and familiarity of javaneese people here. Walking through a famous street of Malioboro and taste the traditonal menu of Gudeg Jogja will make you never forget this city.

Saturday, November 22, 2008

Kalau saja kekayaan itu...



Senang juga merasakan kerja di proyek-proyek besar negara. Salah satunya karena kita bisa tahu tentang begitu banyaknya kekayaan alam bangsa Endonesia ini. Dan kebetulan, setelah lulus training, saya langsung dikirim ke Tangguh LNG project di Teluk Bintuni Papua.

Proyek gas alam cair (LNG) Tangguh, yang terletak di provinsi Papua Barat adalah mega proyek yang dikerjakan oleh konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan migas raksasa dari Inggris, BP Plc. Oleh pemerintah, proyek ini dijadwalkan akan mulai berproduksi pada akhir tahun ini juga. proyek senilai 5 miliar dollar Amerika ini, on the track sehingga bisa memenuhi komitmennya kepada para pembeli mulai awal tahun 2009 nanti.

Pembeli LNG dari proyek Tangguh yang akan mendapatkan LNG mulai tahun 2009 sesuai dengan kontrak adalah CNOOC, untuk pengiriman ke terminal Fujian, Cina, dan Sempra Energy LNG Corp., untuk pengiriman ke receiving terminal di Costa Azul, Mexico, untuk dipasarkan di USA dan Meksiko.

Komitmen untuk memasok LNG ke Fujian ditandatangani pada tahun 2002 dengan volume 2,6 MTPA. Sementara perjanjian jual beli dengan Sempra ditandatangani pada tahun 2004 dengan jumlah komitmen sebesar 3,7 MTPA.Di samping kedua pembeli tersebut, proyek Tangguh juga telah menyepakati pengiriman LNG ke POSCO, K-Power, dan SK Corp., dari Korea Selatan. Disamping itu, telah disepakati pula kontrak penjualan dengan Tohoku Electric, Jepang.

Proyek LNG Tangguh akan mengolah gas yang berasal dari 3 ladang gas di Papua yaitu, dari blok Berau, blok Muturi, dan blok Wiriagar. Cadangan gas terbukti dari ketiga ladang ini adalah 14,4 trilliun kaki kubik (TCF). Proyek ini diperkirakan mampu memproduksi LNG dari 8 train. Untuk tahap awal, proyek Tangguh direncanakan akan memproduksi LNG sebesar 7,6 MTPA (Metrik Ton Per Tahun) dari 2 train (unit pemurnian dan pencairan gas).

Nah, terbukti kan kalau negara kita kaya? satu lokasi proyek saja punya cadangan sebesar itu. Apalagi kalau digabungkan dengan proyek-proyek yang lain. Cuma sayangnya saudara-saudara, cadangan gas sebesar itu cuma dijual murah sama pemerintah kita (dulu sewaktu masih dipimpin seorang wanita). Kesannya cuma asal laku, kabarnya cuma dijual dengan harga 3,3 USD/mmbtu (2002) dan bersifat tetap sama harganya untuk kontrak selama 25 tahun! ckckckc.......padahal harga pasarannya sekarang sekitar 20 USD/ mmbtu.
Jadi ya, kalau saja kekayaan itu........




Sumber : Harian Kompas, Minggu 24 agustus 2008

Endonesia (hampir) Menang!!!!


Deg-degan juga melihat aksi pahlawan-pahlawan sepakbola kita di piala Grand Royal Challenge Myanmar 2008, Jumat (21/11) lalu. Setelah berhasil mengalahkan tim Hyundai asal Korea Selatan, tim sepakbola kita pun melaju ke final. Ini cukup membanggakan sebenarnya, mengingat kita belakangan ini jarang sekali mendengar tim sepak bola kita menorehkan prestasi yang membanggakan di kancah persepakbolaan. Setelah pertandingan yang cukup menegangkan, tim kita berhasil mengalahkan tim Hyundai melalui adu pinalti.

Di final jum'at kemarin yang disiarkan langsung oleh stasiun TV swasta RCTI, tim kita harus berkutat menghadapi tim myanmar yang secara teknik bermain bagus. Serangan yang bertubi-tubi ke daerah pertahanan tim Endonesia harus susah payah dihadang oleh barisan belakang yang ditunggui Markus horizon sebagai penjaga gawang. namun akhirnya kita harus mengakui keunggulan tim Myanmar dengan skor akhir 2-1.

Gol bunuh diri Moe Win membuat kedudukan 1-1 di babak pertama. Indonesia yang sempat dikalahkan tuan rumah di penyisihan grup dikejutkan oleh gol Soe Myat Min pada menit keenam. Mendapat umpan dari kiri, kapten Myanmar itu leluasa menyundul bola ke belakang. Kiper Markus Harizon mengira bola bakal keluar gawang, tapi tebakannya meleset. Meskipun tertinggal, Indonesia tak patah semangat. Pada menit ke-13, tim "Merah-Putih" bahkan hampir menyamakan skor jika tendangan Musafri tidak melenceng ke kiri gawang. Pemain Persiba Balikpapan itu akhirnya mengubah suasana dua menit berikutnya. Umpannya dari kiri mengarah tepat ke arah Bambang Pamungkas di depan gawang. Kiper Aung Aung Oo berhasil mencegat lebih dulu tapi tepisannya membuat laju bola berubah ke arah Moe Win. Moe Win tidak siap dan pahanya membuat si kulit bulat masuk gawang sendiri.

Dalam semangat tinggi, pertahanan tanah air masih justru kedodoran. Di paruh babak pertama, gawang Markus hampir saja kebobolan karena mengira Soe Myat Min bakal offside. Kemelut sempat terjadi di kotak penalti Indonesia, tapi Markus akhirnya berhasil menepis bola meski harus bertabrakan dengan pemain lawan. Situasi kemudian mulai berjalan panas. Kedua tim tak malu melakukan tekel keras terhadap lawan. Di sepuluh menit menjelang babak pertama selesai, Myanmar berhasil menekan pertahanan tim Garuda. Umpan-umpan lambung dari Myanmar beberapa kali menggoyahkan pertahanan Charis Yulianto dkk. Sebaliknya, serangan Indonesia dari sayap kiri terlalu mudah ditebak.


Seperti dikutip dari bola.kompas.com untuk doctorgrow.blogspot.com

Friday, November 21, 2008

KADO ISTIMEWA DARI MSI






Seumur hidup saya, baru pertama kali melihat secara langsung Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono X. Saat itu dalam acara pembukaan pameran di Jogja Expo Centre ( JEC).Tepatnya dalam event Pameran akbar produk teknology informasi bertajuk "YOGYAKOMTEK". Secara kebetulan saya membawa Digital Camera, sehingga saya bisa mengabadikan Beliau dalam wujud Video.Saat itu Beliau berada di Stand MSI (

Wednesday, November 19, 2008

PENGEN PUNYA.......

BAGI ANDA YANG JADI PNSDAPATKAN SEGERA KESEMPATAN EMAS INIBURUUUAAAAANNNN!!!

2 LEBIH MEMUASKAN

IM2 Broom2 lebih memuaskanUnlimited or classicAkses cepat sampai puas dengan broadband PRABAYARpilih YANG PASTI-PASTI AJA!!!DUNIA DALAM GENGGAMAN akses semaumu hanya denganRp 1oo.000 / bln

Pelatihan Masuk Kerja (induction training)


Ada enaknya juga kerja di perusahaan dengan standar pelayanan International. Nggak hanya disuruh kerja dengan standar yang nggak jelas, tapi sebelum kerja memang sudah dipersiapkan untuk memenuhi standar International juga. Untuk itu, sebelum mulai kerja, kami para karyawan baru di beri pelatihan dulu selama 4 minggu. Minggu pertama, diisi dengan pengenalan organisasi perusahaan, mulai dari sejarah, sampai mengenali departemen apa saja yang ada di perusahaan. Selain itu kami juga diberi materi peningkatan keterampilan berbahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan. Nggak heran hal ini dipandang perlu, mengingat klien perusahaan yang sebagian besar orang asing atau perusahaan dan LSM asing di Indonesia. Selain itu kami juga diperkenalkan dengan costumer service, yaitu bagaimana caranya memberikan pelayanan kepada klien. Mulai dari telefon etiquette, cara membalas e-mail dan etiquette, sampai melayani pelanggan yang komplain atau marah juga diajarkan triknya.

Di minggu kedua kami diperkenalkan dengan Prehospital trauma manajemen. Intinya, kami diajari bagaimana penanganan dasar korban akibat trauma dengan setting di luar rumah sakit. Jadi kami diperkenalkan dengan alat dan teknik apa saja yang biasanya dipergunakan untuk menolong korban di lokasi kejadian. Materi yang diberikan mulai dari First aid (P3K), penanganan luka ringan, luka bakar, luka lanjut (tusuk, iris), penanganan patah tulang, pemakaian bidai dan segitiga, dan juga prosedur pengangatan korban.

Di minggu ketiga barulah masuk ke tahapan lebih lanjut, yaitu penanganan dasar untuk korban kegawatdaruratan jantung. Penanganan ini meliputi penganganan dasar terhadap korban sumbatan jalan nafas (choking), korban henti jantung, korban dengan denyut jantung tak normal, serta korban sindroma koroner akut. Minggu ketiga merupakan minggu yang berat bagi beberapa teman calon paramedik, karena mereka diajarkan bagaimana dalam seminggu mereka harus menguasai beberapa jenis obat-obatan yang sering digunakan dalam menangani kegawatdaruratan jantung. Mungkin ini menjadi berat, karena latar belakang pendidikan mereka adalah perawat dari D3 dan S1, yang notabene porsi pengetahuan tentang obat-obatan sangatlah minim dan lebih banyak diisi tentang pengetahuan asuhan keperawatan. Sistem pendidikan kesehatan di Indonesia saat ini belum mengenal adanya sekolah khusus untuk paramedik, jadi menurut mereka ini adalah sesuatu yang sangat baru.

Di minggu terakhir atau keempat, kami berkutat dengan materi seperti membuat laporan, mengirim e-mail, konsultasi dengan dokter koordinator, dan materi yang berkaitan dengan pengenalan malaria, cara mengatasinya, juga materi tentang pengenalan sepuluh penyakit yang paling sering dijumpai di lapangan. Akhirnya pelatihan masuk kerja inipun selesai. Masing-masing kami siap untuk diterjunkan ke lapangan baik sebagai paramedik maupun sebagai prehospital dokter. pelatihan yang melelahkan tapi sekaligus memberi wawasan baru yang komprehensif tentang industri pelayanan jasa medis.

Agung Nugroho, md adalah rotating physician International SOS, suatu perusahaan medical service di Indonesia. Telah bekerja selama 1,5 tahun dengan beberapa pengalaman di beberapa lokasi project di Indonesia seperti Tangguh LNG Project di Papua dan Explorasi lepas pantai serta eksplorasi batubara di Kalimantan. Dia dapat dihubungi di agung040nugroho@gmail.com