Tuesday, October 16, 2012

Menjadi Pribadi Tangguh Menghadapi Perubahan Hidup

Oleh Rahmat, ST


Bahaya Tidak Siap Menghadapi Perubahan Hidup

Ya, adalah bahaya saat Anda tidak siap menghadapi perubahan hidup. Anda akan menjadi orang yang tersisihkan jika tidak siap menghadapi perubahan. Persaingan semakin ketat, kebutuhan hidup semakin mendesak, dan sumber daya yang semakin menipis memaksa sebagian orang untuk melakukan metode terbaik dalam hidupnya. Baik dalam berbisnis maupun dalam bekerja, mereka melakukan dengan cara yang terbaik agar menang dalam persaingan.

Saat orang-orang menemukan teknologi dan manajemen terbaru, artinya ada perubahan, baik secara global mapun khusus dalam industri Anda. Jika Anda tidak ikut menyesuaikan diri dengan perubahan, maka Anda akan tersisih, hanya mendapatkan "sisa-sisa" orang-orang yang bertindak progresif.

Analoginya sederhana, jika dulu kita berperang menggunakan panah, tombak, pedang, kuda, dan tameng, maka saat ini tidak lagi seperti itu. Bayangkan, jika Anda berperang menggunakan senjata tradisional sementara musuh menggunakan senjata modern yang lebih efektif, maka Anda akan kalah.

Begitu juga dalam dunia dakwah, saat orang-orang penyebar kemaksiatan menggunakan cara-cara canggih untuk menuju neraka, maka kita pun harus menggunakan cara-cara yang tidak kalah canggihnya supaya bisa mengatasi kemunkaran. Kita tidak bisa hanya menggunakan cara-cara kuno untuk memerangi mereka.

Lalu dimanakah pertolongan Allah?

Rasulullah saw adalah pribadi yang sangat disayang oleh Allah. Namun saat berperang tetap menggunakan pasukan sebanyak mungkin, membekali diri dan pasukannya dengan senjata selengkap mungkin, dan beliau pun menggunakan baju besi untuk melindungi dirinya. Artinya menggunakan strategi dan teknologi paling mutakhir saat itu. Dan, Allah memberikan pertolongan kepada beliau.

Allah tidak akan menolong Anda, jika Anda tidak berusaha untuk mengubah diri Anda sendiri (lihat artikel "Saya Sudah Berusaha!"). Termasuk berusaha mengubah diri sendiri agar siap menghadapi perubahan. Pertolongan Allah akan datang jika Anda memang benar-benar sudah berusaha untuk mendapatkan pertolongan Allah tersebut. Rasulullah saw, meski yakin dan terbukti mendapatkan pertolongan Allah, tetap berusaha semaksimal mungkin saat berperang dan berdakwah.

Dan, Perubahan Itu Selalu Terjadi, Perhatikan Perubahan Hidup Anda

Ada banyak yang berubah dalam hidup Anda. Perhatikanlah perubahan hidup Anda dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun. Apa saja yang sudah terjadi? Apa saja perubahan hidup yang sudah Anda alami selama ini.

Coba perhatikan cara Anda berkomunikasi. Dulu, saya masih mengalami zaman telepon kabel, dan hanya itu alat komunikasi jarak jauh. Sekarang sudah ada ponsel dengan berbagai kecanggihannya, bukan hanya berkomunikasi dalam bentuk suara tetapi juga text dan video.

Coba perhatikan perubahan dalam transportasi, jika dulu hanya menggunakan delman atau kuda, sekarang berbagai kendaraan bisa Anda pilih. Pilihan pun beragam, mulai dari pilihan berdasarkan kenyamanan dan pilihan berdasarkan kecepatan.

Begitu juga dalam manajemen dan strategi bisnis, banyak sekali perubahan yang sudah terjadi. Berbagai konsep manajemen baru digali dan diimplementasikan serta terbukti lebih efektif dibandingkan konsep masa lalu.

Bagaimana Dengan Perubahan Hidup Anda?

Melihat berbagai perubahan itu, lalu bagaimana dengan perubahan hidup Anda? Apakah Anda sigap menghadapi perubahan sehingga tetap unggul dalam bidang Anda? Apakah Anda sedang menunggu kehancuran akibat mulai tersisih? Apakah Anda hanya hidup dari sisa-sisa perubahan sampai sisa-sisa tersebut habis?

Tidak, Anda tidak boleh mengalami kondisi no 2 dan 3. Anda harus mengalami kondisi no 1, dimana Anda sigap menghadapi perubahan dan tetap unggul dalam bidang Anda. Modal Anda Agar Tangguh Menghadapi Perubahan

Mulailah Membangun Pikiran Positif

Sebelum yang lain, Anda harus membangun pikiran positif, keyakin dan optimisme bahwa Anda sanggup menghadapi perubahan ini. Tanpa berpikir positif, Anda akan enggan dan muak dengan perubahan. Akhirnya Anda menghindari perubahan dan hidup di sisa-sisa perubahan.

Dengan pikiran yang positif, dan optimisme yang tinggi, Anda akan siap menghadapi perubahan. Pikiran Anda akan menentukan tindakan Anda. Saat Anda optimis, maka Anda akan bertindak untuk menyongsong perubahan. Sementara jika Anda pesimis Anda akan menghindari perubahan itu. Bangunlah sikap optimisme dan kepercayaan diri agar Anda menjadi pribadi tangguh dalam menghadapi perubahan hidup.

Kemauan Untuk Belajar Harus Tinggi

Yang namanya perubahan, selalu ada yang baru. Artinya Anda harus mempelajari hal baru itu, terutama jika berkaitan dengan bisnis dan kehidupan Anda sehari-hari. Setidaknya, Anda harus mengetahui cara menggunakan ponsel jika mau merasakan kemudahan komunikasi saat ini.

Pupuklah kemauan Anda belajar, tanpa kemauan belajar Anda akan tertinggal dan tidak siap menghadapi perubahan hidup. Mulailah dengan kemauan membaca artikel ini, dengan teliti dan benar-benar memahami. Jangan hanya sekilas saja dengan alasan malas.

Manajemen Waktu Tidak Cukup

Salah satu nasihat yang saya terima dalam menghadapi perubahan hidup adalah harus bisa mengatur waktu. Ya, tetapi itu tidak cukup. Bukan hanya waktu yang Anda kelola, tetapi yang lebih penting adalah mengalola tindakan atau aktivitas Anda. Dengan manajemen waktu, Anda bisa menyelamatkan waktu-waktu yang tidak efektif, padahal Anda bisa menggunakan hanya 20% waktu untuk hasil yang sama? Anda harus tetap mengembangkan cara Anda mengatur aktivitas agar memiliki produktivitas tinggi, sehingga selalu siap atau paling siap menghadapi perubahan hidup secepat apa pun. Inilah yang saya sebut revolusi waktu.

Kesimpulan

Jangan takut menghadapi perubahan hidup. Tidak ada yang perlu Anda takutkan, yang penting Anda selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan hidup.

Sumber

Inilah Motivasi Hidup Sesungguhnya

Oleh Rahmat, ST


Motivasi hidup akan mempengaruhi hidup Anda. Banyak orang yang masih belum memahami apa yang menjadi motivasi hidup atau baru memahami sebagian dari motivasi hidup sebenarnya. Pemahaman yang kurang atau parsial tentu akan mempengaruhi kualitas kehidupan kita.
Apa definisi motivasi hidup? Kita lihat dulu definisi motivasi. Motivasi pada dasarnya adalah alasan atau dorongan untuk bertindak. Maka motivasi hidup bisa diartikan alasan atau dorongan untuk hidup.
Mengapa Kita Hidup?
Dari sini akan membawa kepada sebuah pertanyaan besar, mengapa kita hidup? Mengapa kita ada di dunia ini? Siapa saya? Banyak orang yang berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Namun mereka tidak akan menemukan jawabannya atau menemukan jawaban yang salah selama mereka mencari dari sumber yang salah.
Seharusnya, jika kita bertanya mengapa kita hidup, kita harus bertanya kepada Yang Menghidupkan kita. Tiada lain adalah Allah SWT. Dan, Allah SWT sudah menjawab pertanyaan kita ini dan dituliskan dalam kitab suci kita Al Qur'an.
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. Ad Dzariat:56)
Jadi ibadahlah yang menjadi motivasi hidup sejati kita. Hidup kita tiada lain hanya untuk beribadah kepada Allah. Segala gerak gerik kita, pemikiran kita, dan ucapan kita harus dalam rangka beribadah kepada Allah.
Tentu saja, pemahaman ibadah disini adalah ibadah secara integral. Bukan hanya ibadah ritual saja, tetapi ibadah secara kesuluruhan. Artinya semua aspek kehidupan yang kita jalani harus dalam rangka ibadah.
Inilah Motivasi Hidup Sejati
Jika ibadah sudah menjadi motivasi hidup kita, inilah yang perlu kita lakukan:

Motivasi Hidup: Ibadah Driven Action

Artinya semua tindakan kita digerakan dalam rangka ibadah kepada Allah. Ibadah adalah penggerak, ibadah adalah motivasi. Tidak ada yang kita lakukan kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah. Bukan untuk yang lain.
Pertama: Jadikan, semua yang kita lakukan saat ini menjadi bernilai ibadah. Tapi hati-hati, ada berbagai tindakan yang tidak bisa diubah menjadi ibadah yaitu tindakan yang nyata-nyata perbuatan maksiat. Untuk tindakan maksiat, harus dihentikan dan diganti dengan ibadah. Untuk mengganti tindakan "biasa" menjadi tindakan ibadah ialah dengan dua cara:
  1. Niatkan sebagai ibadah
  2. Lakukan dengan cara yang sesuai syariat
Kedua: Ketahui apa saja ibadah yang harus kita lakukan dan lakukanlah sebisa mungkin. Ketahuilah apa yang dilarang dan jangan lakukan.
Mudah-mudahan kita semua menjadi pribadi yang hidup dengan motivasi hidup sejati ini. Inilah moto hidup kita: Hayatuna kuluha ibadah = hidup kita seluruhnya adalah ibadah.
Memahami Makna Ibadah
Ibadah artinya tunduk dan patuh secara total kepada Allah. Bukan hanya tunduk secara ritual melainkan juga tunduk secara sosial. Sayangnya makna ibadah ini selalu dipersempit kepada wilayah ritual saja. Mana yang lebih penting? Keduanya!
Jangan karena rajin melakukan ibadah ritual, maka ibadah muamalah ditinggalkan. Atau sebaliknya, karena sibuk ibadah muamalah (berdagang) maka dia meninggal ibadah ritual yang justru sebagai pokok ibadah, yaitu shalat.
Ibadah juga tidak hanya yang disebutkan dalam rukun Islam saja. Itu adalah rukun, tetapi masih banyak ibadah-ibadah yang harus dan bisa kita lakukan. Silahkan buka al Quran dan hadits, setiap kita menjalankan perintah itu adalah ibadah. Setiap kita meninggalkan apa yang dilarang, itu juga ibadah.
Dakwah juga ibadah. Bukan tugas ajengan, kiai, ustadz, mubaligh, atau ulaman saja. Tetapi tugas semua orang Muslim. Artinya Anda pun memikul kewajiban untuk berdakwah. Begitu juga, berdakwah itu bukan hanya ceramah saja. Ceramah adalah bagian dakwah, tetapi masih ada bentuk-bentuk dakwah lainnya.
Agar Anda lebih sempurna dalam ibadah, maka kita harus terus-menerus meningkatkan ilmu tentang agama agar kita mengetahui apa saja ibadah yang bisa dan harus dilakukan oleh kita. Kemauan kita mempelajari agama adalah ciri seseorang yang memahami makna motivasi hidup sejati.
Silahkan renungkan, sejauh mana Anda mau mempelajari agama. Memahami apa saja yang diperintahkan dan apa saja yang dilarang. Sejauh mana Anda membaca Hadits dan Al Quran? Sejauh mana Anda belajar tata cara ibadah dan hukum Islam kepada para ahlinya?
Motivasi hidup juga bukanlah agar kita berguna untuk sesama. Tidak, bukan itu. Berguna bagi sesama bukanlah motivasi hidup sejati, kecuali diiringi dengan niat karena Allah. Jika niat karena Allah, maka berguna bagi sesama adalah bagian dari ibadah yang tentu saja ada aturannya dalam Islam. Artinya, jika Anda ingin berguna bagi sesama, setelah niat, Anda harus melakukannya sesuai dengan tuntunan Al Quran dan Hadits. Karena itu syarat ibadah, niat dan syar'i.
Tidak, tidak ada motivasi hidup yang lain. Hanya untuk beribadah kepada Allah. Bukan untuk kesenangan, bukan untuk popularitas, bukan juga untuk harta dan kekayaan. Inilah motivasi hidup hakiki.

Monday, October 15, 2012

Kisah Wayang yang Dimainkan Dalang Cilik

Cendikia Ismatuka (11) - google.co.id

Jakarta (ANTARA News) - Alunan nada khas dari tanah Jawa yang di iringi gamelan, gambang kromong dan gendang itu mengalun perlahan. Ketukan demi ketukan, hentakan gendang dan nyanyian yang dilantunkan sinden menghasilkan sebuah nada apik yang mengiringi kisah sebuah pementasan wayang di Jakarta.

Kali ini pementasan wayang terasa berbeda. Dalangnya seorang anak kecil atau kerab disebut "wong cilik".

Adalah Cendikia Ismatuka (11), anak didik dari sanggar Sarotama dari Semarang yang menjadi dalang. Bahkan semua yang terlibat di panggung adalah anak kecil, mulai usia 2,5 tahun hingga 15 tahun.

Diki, panggilan akrab Cendekia, adalah murid kelas 6 SD yang sangat mahir mendalangi kisah "Gatot Kaca Gedi", kisah yang menceritakan proses kelahiran Gatot Kaca sampai menjadi seorang kesatria.

Ia bahkan hapal semua tokoh pewayangan seperti Gatot Kaca, Gareng, Petruk, Bagong, Bima, Abimanyu dan Raksasa.

Diki kemudian mengambil satu tokoh wayang raksasa, diceritakannya raksasa tersebut ingin membunuh bayi Gatot Kaca, mereka kemudian bertempur di sebuah hutan bersama para punakawan (pengikut satria).

Pertempuran antara raksasa dan para dewa pun terjadi. Wayang purwa raksasa dan gatot kaca terlibat perkelahian sengit. Tangan Diki dengan lincah memainkan kedua wayang tersebut.

"Saya paling suka cerita ini. Gatot kaca adalah kesatria yang gagah, jujur, baik hati dan penolong," ujar anak yang bercita-cita ingin menjadi seorang dosen dalang ini.

Diki mempelajari kesenian pewayangan sejak usia 5,5 tahun. Awalnya, kedua orang tua Diki sering menonton pementasan wayang di rumah, kemudian lama kelamaan Diki menjadi suka terhadap kesenian wayang.

"Tertarik sama ceritanya, lama kelamaan menjadi senang," ujar dia.

Budi Pekerti

Pemilik sekaligus Ketua Sanggar Sarotama, Mudjiono (59) mengatakan sanggar yang beranggotakan puluhan anak kecil tersebut diajarkan bernyanyi (nyinden), kemampuan bercerita, menari dan memainkan musik gamelan.

Melalui wayang, ia menginginkan anak tak sekedar menyukai seni pewayangan tapi juga mendalami pendidikan karakter dan nilai budi pekerti yang bisa diambil dari jalan cerita dan sifat tokoh-tokoh wayang.

"Saya ingin wayang purwo bisa dinikmati juga oleh anak, bisa lekat di masyarakat. Saya ingin mengajarkan wayang untuk membuat anak berperilaku baik dan santun," ujar dia.

Saat ini, ia melihat banyak kesenian Jawa yang ada lebih mengesampingkan budi pekerti dan lebih mementingkan materi semata.

"Banyak dalang yang membawakan pewayangan dengan pemikiran jorok, mencaci maki dan menyindir orang agar disukai penonton. Memang ramai dilihat tapi sedikit pembelajarannya untuk anak," ujar dia.

Oleh karena itu, ia memutuskan untuk membuat kisah pewayangan yang dikemas untuk anak dengan memotong beberapa bagian dengan memasukkan pendidikan santun lewat cerita wayang.

"Saya ingin anak-anak pas dibekali, jangan sampai hanya mencari materi saja, tapi juga melihat contoh yang baik yang bisa dibanggakan dan bukan urakan," kata dia.

Sarotama yang berarti 'busur panah' merupakan padepokan seni untuk anak-anak yang bermarkas di desa Gunung Sari, sebelah timur Solo.

Padepokan seni ini didirikan untuk mengenalkan kesenian tradisi Jawa kepada anak-anak dan mengembangkan bakat anak. Sanggar ini memiliki 40 murid tetap dan ratusan murid lain dari berbagai kota di Jawa Tengah.

Untuk bisa belajar di sanggar ini, Mudji tidak menarik bayaran dan tidak membatasi kapan waktu anak- anak latihan.

"Tidak dipungut bayaran sukarela saja, anak-anak bisa masuk kapanpun dan tidak ada batasan umur. Kami kumpul tiap malam Minggu, yang datang dari luar kota kami perkenankan menginap," ujar dia.

Sanggar Sarotama merupakan penerima hibah CSR dari Yayasan Kelola, penerima beneficiary filantropic fund dari First State Investment.

"Kami berharap mereka bisa pentas nasional dan internasional. Anak-anak datang dari Solo ke Jakarta untuk melestarikan kesenian Jawa. Mereka adalah bakat kecil yang perlu dijaga dan dikembangkan," ujar Presiden Director First State Investment Indonesia, Hario Soeprobo. (Tri)

Sumber

Wayang Golek "The Lost Forest" di London

The Lost Forest - indoku.co.uk

London (ANTARA News) - Penampilan wayang golek kontemporer berlakon "The Lost Forest" (hutan yang hilang) produksi Indigo Moon Theater yang dibawakan Anna Ingleby menarik perhatian masyarakat Inggris dalam acara Indonesia Kontemporer (IKON) di gedung SOAS University of London, Sabtu waktu setempat (Minggu WIB).

Teater boneka mengunakan wayang golek koleksi Asep Sunandar Sunarya dari Bandung, Jawa Barat, dan wayang kancil milik Ki Ledjar Subroto dari Yogyakarta itu dibawakan Anna Ingleby secara jenaka di hadapan sekira 200 penonton.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Hamzah Thayeb, bersama istri, Ny Lastry Thayeb, dan Atase Pendidikan KBRI London, Fauzi Soelaiman, termasuk penoton yang hadir menyaksikan wayang kontemporer tersebut.

"Sangat menarik dan jenaka," ujar salah seorang penonton usai penampilan teater boneka berdurasi 45 menit itu.

Anna Ingleby belajar wayang golek dari Asep Sunandar dan Ki Lendjar. Dalam aksinya, Anna iringi musik yang digubah oleh Haviel Perdana.

Adapun Indigo Moon merupakan kelompok wayang yang sudah pentas berkeliling di berbagai teater di Inggris maupun di kawasan Eropa lainnya.

Menyaksikan pertunjukkan wayang golek berbahasa Inggris di acara Indonesian Kontemporer di SOAS cukup menarik, ujar Dimas Darsono, salah seorang penoton yang lama menetap di Inggris.

Apalagi, ia mengemukakan, dalangnya perempuan Inggris, dan judul cerita "The Lost Forest" terasa kental mewakili upaya menyelamatkan lingkungan hidup.

Hamzah Thayeb kepada ANTARA News mengemukakan, misi KBRI London sejak awal adalah mempromosikan dan meningkatkan saling pengertian di antara bangsa Indonesia dan Inggris, baik antar-pemerintah dan parlemen juga akademi maupun masyarakat melalui penampilan seni budaya.

Pendekatan dari sisi kebudayaan yang dapat langsung menyentuh antar-kedua bangsa, ujarnya.

Kalau memang bisa, ia menilai, hal itu dapat digunakan untuk lebih mendekatkan bangsa Indonesia dan Inggris, danpada akhirnya dapat menciptakan saling pengertian di antara kedua negara.

Apalagi. ia menilai, di antara mahasiswa yang sering berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Diharapkannya acara seni budaya semacam itu dilakukan setiap tahun, karena Indonesia terlalu besar untuk dikenal dalam sehari, ujarnya.

Ia pun berharap acara sejenis dapat digelar dalam skala yang lebih besar lagi, seperti yang digelar Malaysia di Trafalgar Square.

"Saya lagi mencari informasi, karena hal ini menyangkut pembiayaan. Kalau bisa kita lakukan, kenapa tidak," demikian Hamzah Thayeb. (T.ZG)

Sumber

Wisatawan Asing Ikut Menari Campak di Belitung Timur

WIsatawan asing bergabung dengan penari Campak pada pembukaan Turnamen Nasional Barongsai Belitung Timur di Pantai Nyiur Melambai, Manggar, Belitung Timur. (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Manggar (ANTARA News) - Para wisatawan asing berjoget bersama penari yang membawakan Tari Campak di pembukaan Turnamen Barongsai Nasional Belitung Timur 2012, Senin malam.

Mereka asyik menggoyangkan badan mengikuti gerakan para penari di hamparan karpet yang digelar di pantai Nyiur Melambai, Manggar, Belitung Timur. Tari pergaulan muda-mudi itu dihiasi dengan kostum gaun khas Eropa dengan warna-warna mentereng seperti kuning, hijau, dan biru dilengkapi dengan selendang.

Para penari pria tampil dengan kostum setelan pink dengan aksen sarung di pinggang dan penutup kepala.

Para penari pun mengajak para orang asing yang merupakan peserta Sail Morotai 2012 itu menari bersama dengan mengalungkan selendang ke leher mereka.

Aksi itu disambut ramai oleh ratusan warga yang datang ke Pantai Nyiur Melambai atau dikenal juga sebagai Pantai Lalang demi melihat rangkaian acara pembukaan Turnamen Nasional Barongsai.

Selain Tari Campak, acara tersebut juga diramaikan penampilan Tari Gambus dan Tari Sapu.

Wakil Bupati Belitung Timur, Zarkani Mukri, yang resmi membuka Turnamen Barongsai Belitung Timur dengan memukul tambur itu berpesan agar turnamen tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai momentum mengembankan seni budaya Belitung Timur juga hiburan bagi wisatawan. Dia juga memuji kegiatan barongsai sebagai sara menyalurkan kreativitas para generasi muda.

"Bertandinglah dengan sportif, jaga stamina, dan tetap semangat meraih sukses," kata dia pada belasan tim barongsai yang berasal dari Belitung dan kota-kota lain seperti Jakarta.

Tiga besar pemenang Turnamen Nasional Barongsai akan langsung mengikuti International Lion Dance Tournament pada 18-20 Oktober di Belitung Timur. (nan)

Sumber

50 Klub Ramaikan Festival Layang-Layang Pantai Glagah

Ilustrasi. Festival Layang-layang. (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)

Kulon Progo (ANTARA News) - Sebanyak 50 klub pecinta layang-layang mengikuti Festival Layang-layang yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, di Pantai Glagah.

Plt Kasi Sarana Prasarana Dinas Pariwisata DIY, Rahmad Suabadi,di Kulon Progo, Minggu, mengatakan dari 50 klub tersebut terdiri atas 24 klub yang mengikuti kejuaraan tingkat nasional, 16 klub kejuaraan lokal, dan 10 klub eksibisi yang hanya menampilkan berbagai bentuk layang-layang.

"Kejuaraan yang dipertandingkan meliputi kategori dua dimensi, tiga dimensi, tradisional, rokkaku challenge, dan train naga. Seluruh kategori memperebutkan juara I-III serta harapan I-III, kecuali rokkaku challenge yang hanya juara I-III saja. Hadiahnya berupa tropi, uang pembinaan, serta sertifikat dari Dinas Pariwisata DIY," kata Rahmadi.

Dia mengatakan, penilaian festival layang-layang dibagi dua kategori yakni layang-layang di bawah dan di atas. Di bawah meliputi keoriginalan, pewarnaan, dan kerangka, sedangkan di atas meliputi saat start bagus tidak, ketahanan di atas, dan kenampakan warnanya.

Kepala Disbudparpora Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan media ekspresi dan berkompetisi bagi pecinta layang-layang, sekaligus memberikan hiburan bagi pengunjung Pantai Glagah.

"Kegiatan ini, juga dimaksudkan untuk menumbuhkan pecinta layang-layang di Kulon Progo," kata Eko.

Menurut Eko, penyelenggaraan kegiatan festival layang-layang juga menjadi daya tarik wisata untuk mendatangkan pengunjung ke Pantai Glagah.

"Otomatis akan meningkatkan multiplier effect bagi pelaku wisata seperti perahu di laguna, pedagang, rumah makan, parkir, serta hotel," kata dia.

Ketua Pelaksana Lapangan, Harjono mengatakan, jumlah keseluruhan layang-layang yang diterbangkan selama dua hari yakni Sabtu (13/10) dan Minggu (14/10) sebanyak 124 layang-layang. Kata dia, jumlah peserta lokal kali ini mengalami penurunan. Namun untuk peserta kejuaraan nasional meningkat.

"Peserta lokal berkurang, karena waktunya sempit, September baru dilakukan pengumuman. Tahun lalu, untuk yang lokal saja bisa sampai 70 layang-layang. Kalau yang nasional paling jauh dari Jakarta dan Surabaya. Kami juga mengundang klub dari Bali tapi tidak bisa datang," kata dia. (KR-STR/H008)

Sumber

Candi Borobudur Terima Sertifikat Guinness World Records

Client Service Director, Guinness World Record Ltd, Ms Lucia Sinigagliesi (kiri) menyerahkan piagam Guinness World Record kepada Direktur utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur Purnomo Siswoprasetjo (kanan) di pelataran candi Borobudur Magelang, Jateng, Senin (15/10). (FOTO ANTARA/Anis Efizudin)

Magelang (ANTARA News) - Candi Borobudur mendapat sertifikat dari Guinness World Records sebagai situs arkeologis Candi Buddha terbesar di dunia.

Sertifikat diserahkan perwakilan Guinness World Records Ltd, Lusia Sinigagliesi kepada Direktur PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero), Purnomo Siswoprasetjo di Hotel Manohara, kompleks Candi. Borobudur, Magelang, Senin.

Lusia mengatakan, Borobudur yang dibangun antara 750-842 M dengan volume 60 ribu meter kubik merupakan candi megah yang ukurannya tidak ada bandingannya.

"Borobudur candi terbesar di dunia tidak hanya diakui Guinness World Records, banyak buku yang menyebutkan hal tersebut," katanya.

Dengan masuknya Candi Borobudur dalam Guinness World Records diharapkan akan semakin banyak tamu dari berbagai negara yang datang ke candi ini.

Selain Candi Borobudur, Sendratari Ramayana Prambanan Prambanan juga mendapatkan piagam yang sama sebagai sendratari kolosal yang telah lama berlangsung sejak 1961 hingga sekarang.

Ia menuturkan, dari persepektif industri pariwisata, piagam tersebut dapat dipakai terus menerus dalam upaya kegiatan promosi dan pemasaran domestik maupun internasional secara sistematik melalui berbagai jaringan pariwisata baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Ia mengatakan, dengan mendapat penghargaan dunia ini harus dibarengi peningkatan kualitas pelayanan terhadap para tamu.

"Apa yang sudah dicatat dunia itu jangan sampai mengecewakan orang yang datang ke sini," katanya.

Candi Borobudur masuk ke Guinness World Records, setelah PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero) mengajukan proposal. Pada proposal pertama tahun 2011 ditolak karena kurang lengkap datanya dan tahun ini bisa mendapatkannya setelah disurvei. (ANT)

Sumber