Showing posts with label Liburan - Tips. Show all posts
Showing posts with label Liburan - Tips. Show all posts

Sunday, October 7, 2012

7 Tips Liburan Ke Flores

(Shafa/detikTravel)

Jakarta - Flores yang berada di timur Indonesia memiliki iklim yang lebih kering dibanding indonesia bagian barat. Kawasan ini juga menyediakan beragam kegiatan liburan yang bisa menguras tenaga. Untuk itu, inilah 7 tips mantap liburan ke Flores.

Cuaca panas, penginapan yang terbatas dan jarak destinasi yang lumayan jauh menjadi pertimbangan berlibur ke Flores, NTT. Disusun detikTravel, Kamis (4/10/2012) berikut 7 tips untuk melancarkan liburan Anda ke Flores:

1. Hitung budget dengan tepat

Wisata ke Indonesia Timur membutuhkan budget yang cukup besar karena akomodasi yang masih terbatas. Perhatikan dana yang akan Anda keluarkan dengan seksama. Hitung baik-baik harga tiket pesawat, penginapan, makan dan plesiran selama di sana. Jangan sampai Anda kehabisan uang dan kebingungan saat liburan.

Sisakan uang untuk keperluan tidak terduga seperti pengeluaran tiba-tiba. Bisa saja Anda yang tadinya hanya ingin snorkeling, tiba-tiba tergoda ingin mencoba diving. Keindahan alam Flores mampu menghipnotis hampir semua wisatawannya. Siap-siap tak tahan godaan selama di sana ya!

2. Cari tahu hotel yang akan diinapi

Setelah menyusun itinerary, kini saatnya mulai membooking. Tiket pesawat sudah di tangan, jangan lupa untuk memesan hotel. Saat musim liburan, menemukan hotel di sana akan jadi suatu perjuangan yang cukup panjang. Masalahnya, Flores sudah jadi destinasi yang dicari banyak turis namun belum memiliki banyak akomodasi seperti penginapan.

Jika Anda ingin liburan dengan nyaman, pesanlah penginapan sebelum Anda berangkat. Pastikan Anda sudah mendapatkan kamar di tanggal yang Anda pilih. Bukan berarti datang dadakan dan mencari langsung di sana tidak mungkin, hanya saja, dibanding berisiko, ada baiknya Anda memesan terlebih dahulu.

3. Perhatikan masalah cuaca

Cuaca cerah di sana mungkin akan menjadi masalah bagi beberapa traveler yang tidak biasa dengan terik mentari. Maka dari itu, bawa serta losion, sunblock dan pelindung kepala. Jika mata Anda tak tahan dengan cahaya yang terlalu silau, bawa serta selalu kacamata hitam di tas. Karena saat siang hari, mentari sangat silau.

Sunblock tidak cukup dipakai cuma sekali. Setidaknya, aplikasikan sunblock ke kulit setiap 4 jam sekali, apalagi setelah bermain di air. Satu lagi yang tak boleh terlewat adalah konsumsi air putih. Ini sangat penting agar Anda tidak kehabisan cairan dalam tubuh. Tak mau kan sakit saat sedang liburan?

4. Hormati penduduk asli

Masyarakat Flores sangat ramah dan menyenangkan. Mereka akan selalu menyapa saat berpapasan dengan orang lain, termasuk turis, baik dalam atau luar negeri. Hormati keramahan mereka dengan membalas senyum atau menjawab pertanyaan ringan.

Orang Flores bisa dengan sangat baik hati membantu Anda saat sedang tersasar ke suatu daerah. Mereka juga tak sungkan menolong jika Anda sedang kesulitan, misal butuh tumpangan kendaraan.

5. Susun itinerary dengan bijak

Butuh waktu yang tidak sebentar saat ingin menjelajah Flores. Rasanya, seminggu takkan cukup untuk menapaki seluruh kawasan itu. Jika waktu Anda terbatas, susunlah itinerary dengan bijak. Jangan sampai menghabiskan waktu di jalan.

Perhatikan baik-baik rute yang akan Anda ambil. Cari tahu juga bagaimana jarak tempuh suatu destinasi, jangan sampai Anda terlalu lama mencapai tempat wisata dan malah lelah di jalan. Jika ingin menjelajah Flores, buatlah itinerary dengan cara menyusuri, jangan sampai bolak-balik.

6. Datang sebelum subuh saat ingin ke Kelimutu

Kawah cantik dengan tiga warna menjadi atraksi utama di Gunung Kelimutu. Namun tidak hanya itu, atraksi matahari terbitnya tak kalah memukau. Jadi jika ingin menikmati Danau Kelimutu dengan maksimal, pastikan Anda datang sebelum matahari terbit.

Saat terlalu pagi seperti itu, belum ada angkutan umum yang beroperasi. Pastikan Anda sudah memesan kendaraan sewaan agar bisa mencapai Kelimutu dan bisa mengejar mentari pagi.

7. Jaga kondisi badan jika ingin sering diving

Labuan Bajo di Flores merupakan surganya para penyelam. Dibutuhkan tubuh yang sehat dan kondisi yang fit untuk menyelami keindahan laut Flores. Jagalah kondisi badan agar selalu sehat agar bisa puas menyelam di sana.

Makan dengan teratur, minum air putih dan istirahat yang cukup. Juga, jangan paksakan badan saat sedang tidak terlalu fit. Ini bisa membahayakan diri Anda saat berada di dalam air.

Sumber

Tips Wisata Saat "Bertamu" ke Desa Adat

Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F. 
Kampung Tarung di Sumba Barat, NTT.

KOMPAS.com – Tidak semua desa adat adalah desa wisata. Begitu pula sebaliknya, tidak semua desa wisata merupakan desa adat. Desa adat umumnya dihuni oleh masyarakat yang masih memegang kental tradisi leluhur yang diwariskan secara turun temurun.

Beberapa desa adat di Indonesia telah dikembangkan sebagai obyek wisata. Namun, berbeda dengan desa wisata yang menawarkan beragam atraksi wisata kepada wisatawan, desa adat tidak menyediakan atraksi-atraksi ini.

Sebab, kehidupan dan budaya yang masyarakat jalani itu sendiri sudah menjadi atraksi wisata bagi wisatawan yang datang. Penghuni desa adat memegang teguh hukum adat yang berlaku di desa tersebut. Oleh karena itu, wisatawan sebaiknya berlaku sopan selayaknya sedang bertamu ke rumah orang.

Ada banyak desa adat di Indonesia. Sebut saja seperti Kampung Baduy di Jawa Barat, Desa Tenganan di Bali, Kampung Tarung di Sumba Barat, sampai kampung Dayak di Kalimantan. Nah, berniat mengunjungi desa-desa ini? Berikut tips berkunjung ke desa adat!

Bukan obyek wisata

Sebagian besar penghuni desa adat di Indonesia tidak ingin kampungnya diberlakukan sebagai obyek wisata. Ada anggapan bahwa obyek wisata ibarat kebun binatang tempat rekreasi dan menjadi tontonan.

Oleh karena itu, tak semua desa adat mau dianggap sebagai desa wisata. Walau kenyataannya, beberapa desa memungut bayaran bagi pengunjung yang masuk ke desa itu. Pun beberapa desa adat dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat.

Sehingga, bersikaplah layaknya seseorang yang hendak bertamu ke rumah orang yang belum dikenal akrab. Sopan sudah pasti, baik dari tingkah maupun ucapan.

Pakai pakaian yang sopan

Begitupula dengan pakaian yang dikenakan. Kenakan pakaian sopan yaitu lengan tertutup dan hindari menggunakan celana pendek.

Membawa oleh-oleh

Tak ada salahnya saat mampir, Anda membawa sedikit oleh-oleh. Entah sekedar camilan khas dari daerah Anda, bisa juga kaus bertuliskan daerah asal Anda.

Oleh-oleh lainnya bisa saja mengikuti tradisi setempat. Misalnya jika Anda berkunjung ke desa adat di Pulau Sumba atau beberapa daerah di Papua, Anda bisa memberikan oleh-oleh berupa sirih dan pinang.

Berkenalan dan mengobrol

Jangan sekedar melihat-lihat saja, tetapi berinteraksilah dengan masyarakat setempat. Berkenalanlah dengan penduduk setempat. Lalu bangun obrolan yang panjang.

Dari perbincangan inilah, Anda dapat mengetahui keunikan budaya dan tradisi setempat. Penduduk desa adat juga terkenal ramah dan sangat menghormati tamu. Mereka dengan senang hati akan mengobrol panjang lebar dengan Anda mengenai kehidupan di desa itu.

Bicara dengan santun

Sopanlah saat berbicara, pun dalam pemilihan kata saat bertutur. Gunakan bahasa yang sopan. Hindari penggunaan kata-kata kasar yang provokatif maupun berbicara dengan nada kasar.

Jika maksud Anda adalah meminta tolong untuk melakukan sesuatu hal, mintalah dengan santun, tanpa menggunakan kata maupun nada menyuruh. Jangan lupa ucapkan “terima kasih” di berbagai kesempatan.

Boleh saja becanda, namun pilih kata-kata yang sesuai. Hindari mengucapkan kata-kata kasar walaupun dalam kondisi becanda sekalipun.

Belajar bahasa setempat

Kuasai beberapa kata-kata percakapan dalam bahasa setempat, seperti kata “terima kasih”, “maaf”, “sampai jumpa”, dan ucapan selamat sesuai waktu seperti “selamat pagi” atau “selamat siang”.

Jika tak tahu, belajar saja dari penduduk setempat. Lalu langsung praktekan di setiap kesempatan. Ini salah satu cara menghargai budaya di daerah yang Anda sedang kunjungi.

Menyapa dengan sapaan bahasa setempat

Biasakan untuk menyapa seseorang sesuai sapaan di daerah tersebut. Pelancong dari Jakarta cenderung memanggil seseorang dengan sebutan “Mas” dan “Mbak”. Bahkan panggilan ini masih tetap dipakai kepada seseorang di luar Pulau Jawa sekalipun.

Padahal, sebutan ini tak lazim diucapkan untuk memanggil seseorang yang bukan berasal dari suku Jawa. Bahkan di Jawa Barat panggilan ini pun tak sesuai. Karena orang Sunda biasa memakai “Akang” dan “Teteh”.

Bandingkan pula dengan di Papua, gunakan sapaan “Pace” untuk “Bapak” dan “Mace” untuk “Ibu”. Sementara di beberapa daerah di Sumatera, seperti Aceh dan Sumatera Utara, panggilan lazim untuk pengganti “Mas” dan “Mbak” adalah “Bang” dan “Kak”.

Menghargai budaya setempat

Setiap desa memiliki kepercayaan dan hukum adatnya sendiri-sendiri. Sebagai tamu, hargailah budaya setempat dengan mengikuti segala aturan dan tradisi yang dianut penduduk setempat.

Kadang, beberapa hal terkesan tak logis bagi Anda. Namun, tetap hormati tradisi tersebut. Bagaimana pun, Anda sedang bertamu. Sudah sewajarnya Anda berlaku sesuai budaya setempat.

Begitu pula saat mendengarkan aneka kisah legenda dan mitos di desa tersebut. Tak semuanya perlu diperdebatkan untuk mencari sisi logis dari sebuah cerita. Nikmati saja dan menyatulah dengan budaya setempat.

Ambil contoh, misalnya saat berkunjung di Kampung Baduy Dalam, janganlah menyalakan peralatan elektronik. Pun, misalnya Anda tengah menstruasi, janganlah masuk ke tempat-tempat suci yang ada di Desa Tenganan yang berada di Bali.

Terima apa yang ditawarkan

Saat bertamu, pengunjung akan diterima dengan ramah oleh penduduk setempat. Biasanya tamu yang datang akan disuguhkan sesuatu ataupun ditawarkan sesuatu sebagai penghormatan kepada tamu.

Jangan menolak pemberian oleh tuan rumah. Ambillah dan ucapkan terima kasih. Di beberapa desa di Nusa Tenggara Timur, tradisi memberikan sirih pinang kepada tamu menjadi suatu hal yang biasa.

Tamu kemudian menyirih bersama tuan rumah. Jika tidak terbiasa dengan sirih pinang, tetap terima pemberian tersebut. Masyarakat yang menetap di desa adat yang kental saat menawarkan sesuatu bukanlah untuk sekedar berbasa-basi, namun karena menghargai tamu tersebut.

Jangan masuk ke rumah sembarangan

Rumah-rumah di desa adat selalu menarik untuk ditelusuri. Anda bisa saja masuk ke dalam rumah untuk mengenal lebih dekat arsitektur suatu rumah adat.

Hanya saja, jangan masuk ke dalam rumah secara sembarangan. Ucapkan salam dan permisi kepada pemilik rumah. Lalu, minta izin kepada pemilik rumah apakah Anda boleh melihat-lihat ke dalam. Jangan lupa menanggalkan alas sepatu saat masuk ke dalam.

Minta izin sebelum melakukan sesuatu

Kadang, banyak wisatawan saat berkunjung ke suatu daerah, termasuk ke desa adat, mengambil foto tanpa memedulikan sekitar. Sah-sah saja jika foto yang diambil adalah benda mati. Tetapi bagaimana jika memotret orang?

Nah, sebelum memotret seseorang, ajaklah berkenalan dan menyapa, baru kemudian memotret. Mintalah izin dan jangan lupa ucapkan terima kasih setelah selelasi memotret. Lakukan itu pula jika ingin memotret benda keramat ataupun barang milik seseorang.

Tanyakan pula jika Anda ingin melakukan sesuatu. Misalnya masuk ke dalam rumah ibadah. Sebuah pengalaman saat melakukan wisata ke sebuah desa adat berikut bisa menjadi pelajaran Anda. Kala itu, salah satu turis tertarik dengan sebuah kentongan dan mulai membunyikan.

Oleh pemuka adat setempat, tindakannya langsung dicegah. Ternyata kentongan yang dibunyikan tersebut berfungsi sebagai penanda waktu shalat.

Belanja kerajinan tangan

Di beberapa desa adat, masyarakat di desa tersebut terbiasa membuat aneka kerajinan tangan. Sebut saja seperti kerajinan tenun sampai anyaman.

Jangan pulang dengan tangan kosong. Belilah barang-barang kerajinan tangan tersebut. Hitung-hitung Anda membantu perekonomian di desa tersebut. Menawar boleh saja, asal sewajarnya.

Sumber

Saturday, October 6, 2012

Kiat Wisata di Jayapura

Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F. 
Belanja oleh-oleh khas Papua seperti koteka dan noken di Pasar Hamadi.

KOMPAS.com – Rencana ke Jayapura? Biasanya pelancong yang datang ke Kota Jayapura dalam rangka urusan bisnis maupun pendidikan. Namun jangan melewatkan kesempatan untuk berwisata di Kota Jayapura maupun sekitarnya. Berikut beberapa kiat sederhana untuk berwisata di Jayapura.

Akses

Ke Jayapura bisa dengan menggunakan kapal laut maupun pesawat terbang. Cara ternyaman tentu saja dengan pesawat terbang. Hampir semua maskapai nasional menyediakan rute Jakarta-Jayapura.

Rute lain bisa melalui Bali ataupun Makassar (Sulawesi Selatan). Kisaran harga untuk tiket pesawat rute Jakarta-Jayapura sekali jalan mulai dari Rp 900.000.

Bandara Sentani merupakan akses masuk menuju Kota Jayapura. Waktu tempuh dari Bandara Sentani ke Kota Jayapura sekitar satu jam dengan mobil. Ada taksi dan rental mobil tersedia di bandara yang dapat mengantar pelancong ke Kota Jayapura.

Transportasi

Ojek dan taksi bisa menjadi pilihan berkeliling Kota Jayapura. Jika kesulitan mencarinya, minta saja bantuan pihak hotel. Pilihan ternyaman adalah sewa mobil dengan supir. Harga sewa di kisaran Rp 400.000 sampai Rp 500.000 belum termasuk bensin.

Namun, angkutan kota juga relatif mudah. Anda bisa datang ke terminal Kota Jayapura untuk mencari tahu trayek angkutan kota. Beberapa angkot dapat menghubungkan Kota Jayapura ke Entrop maupun Abepura, bahkan ke Sentani.

Penginapan

Tak sulit menemukan penginapan di Jayapura. Mulai dari kelas melati, wisma, hotel bintang tiga ke bawah, sampai hotel berbintang empat dan lima. Pilih saja hotel yang berada di pusat kota Jayapura.

Salah satu yang terkenal adalah Hotel Matoa dan Hotel Yasmin untuk ukuran kantong menengah. Bujet lebih, bisa pilih hotel berbintang seperti Aston, Swissbell, dan Horison. Kisaran harga penginapan di Kota Jayapura mulai dari Rp 100.000 hingga jutaan.

Ada baiknya pilih hotel dengan tarif di atas Rp 250.000. Pastikan Anda mencari penginapan yang terjaga keamanannya maupun hotel yang bersih, terutama jika yang Anda pilih adalah hotel kelas melati. Jika tak yakin, Anda bisa melihat terlebih dahulu kamar di hotel tersebut, cukup minta izin ke pihak petugas hotel.

Belanja

Mau ke pasar ataupun ke tempat belanja sekelas mal, dengan mudah Anda temukan di Jayapura. Pusat perbelanjaan di Kota Jayapura sangat banyak. Mulai dari mal yang menjual barang elektronik, supermarket, sampai mal yang menjual aneka busana.

Pengalaman seorang teman yang pertama kali menginjakan kaki di Kota Jayapura mengaku kaget karena bisa menemukan salon maupun kedai kopi terkenal yang ada di Jakarta. Nyatanya, Kota Jayapura pun merupakan kota besar dan modern.

Tempat oleh-oleh yang terkenal adalah Pasar Hamadi. Aneka suvenir khas Papua seperti koteka, lukisan kulit kayu, dan noken, bisa Anda temukan. Toko batik yang menjual kain batik Papua dan distro yang menjual kaus-kaus bertuliskan Papua bisa Anda temukan dengan mudah, salah satunya di Jalan Abepura.

Pasar tradisional juga tak boleh dilewatkan. Jika mampu, beli ikan-ikan segar yang hanya ada di perairan Papua. Memang agak sulit membawanya. Tetapi, bisa saja jika dibungkus dengan koran yang banyak dan dimasukan dalam kardus. Belilah tepat di hari Anda mau pulang.

Keamanan

Beberapa orang seringkali mempertanyakan faktor keamanan di Kota Jayapura. Kota Jayapura sebenarnya relatif aman. Walaupun beberapa orang menyarankan untuk tidak bepergian saat hari sudah terlalu larut malam.

Sebaiknya, jangan bepergian sendiri dan pastikan menggunakan semua fasilitas pariwisata yang terpercaya, mulai dari hotel yang aman sampai taksi yang terpercaya. Carilah rekomendasi dari pihak hotel atau kenalan yang menetap di Jayapura.

Harus minum pil kina? 

Pelancong dari Jakarta umumnya meminum pil kina sebelum melakukan perjalanan ke daerah Papua maupun Nusa Tenggara Timur. Pil kina diminum sebagai pencegahan tidak tertular penyakit malaria.

Biasanya pelancong juga dibekali pil kina untuk diminum secara rutin selama di Papua. Namun, beberapa orang yang biasa pergi ke Jayapura maupun pernah menetap di kota ini, merekomendasikan untuk tidak minum pil kina, apalagi jika daerah yang Anda tuju adalah Kota Jayapura. Sebab, jika akhirnya terkena malaria, maka dosis pil kina yang diberikan harus tinggi.

Jika tak yakin, konsultasikan kepada dokter mengenai hal ini. Bila dokter menyarankan untuk meminum pil kina, maka tak ada salahnya mengikuti rekomendasi tersebut. Saran terbaik adalah dengan terus menjaga stamina tubuh, baik Anda telah minum pil kina maupun tidak. Minumlah susu setiap hari dan vitamin. Perbanyak makan selama berada di Kota Jayapura.

Mace dan Pace

Biasakan memanggil seseorang sesuai sapaan di daerah tersebut. Orang dari Pulau Jawa terbiasa memanggil orang lain, walaupun sedang berada di luar Pulau Jawa, dengan sebutan “Mbak” dan “Mas”. Jika berada di Papua, Anda bisa memanggil seorang ibu atau bapak dengan sebutan “Mace” dan “Pace”.

Makan pinang

Gigi dan bibir merah karena buah pinang. Tradisi makan pinang masih melekat di kalangan masyarakat Papua dan lintas generasi. Mereka biasa makan pinang sehari-hari. Sebagai tanda persahabatan, masyarakat setempat biasa menawarkan pinang pada pendatang maupun wisatawan.

Pinang, kapur, dan sirih, menjadi paduan untuk Anda coba. Mungkin terasa asing bagi Anda, tetapi mencoba tradisi makan pinang malah bisa membuat Anda mudah akrab dengan masyarakat setempat.

Tak perlu memaksakan diri, katakan bahwa Anda belum pernah mencoba makan pinang sebelumnya. Minta ajarkan cara makan pinang dan cobalah sedikit terlebih dahulu. Rasa pahit agak pedas akan menghentak di mulut. Jangan terlalu banyak, bisa-bisa Anda pusing jika tak terbiasa.

Sumber