Showing posts with label Periodontitis. Show all posts
Showing posts with label Periodontitis. Show all posts

Thursday, May 24, 2012

Gigi Palsu, Jenis dan Tahapan

http://indahkeluargaku.blogspot.com/2012/05/gigi-palsu-jenis-dan-tahapan.html



Gigi palsu biasa digunakan oleh mereka yang kehilangan gigi aslinya karena tanggal atau sebab lain seperti pencabutan. Gigi asli yang tanggal karena pencabutan atau sebab lain dan tidak segera di ganti, dapat mengakibatkan dampak negatif bagi pemiliknya.

Beberapa dampak negatif akibat gigi tanggal yang tidak segera di ganti antara lain:

  • Penurunan estetika wajah.
  • Penurunan fungsi kunyah.
  • Penurunan kualitas berbicara.
  • Gigi di sekitar daerah tanggal akan mengalami kemiringan.
  • Kerusakan jaringan periodontal.
  • Trauma oklusi, yaitu turunnya gigi atas kerena hilangnya gigi bawah, atau naiknya gigi bawah akibat hilangnya gigi atas.
Untuk menghindari terjadinya dampak negatif di atas, ada baiknya jika gigi yang tanggal segera di ganti dengan gigi tiruan atau gigi palsu. Sebelum melakukan pemasangan gigi tiruan, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, agar pemasangan gigi palsu tersebut dapat berfungsi dengan maksimal.

Beberapa tahapan sebelum dilakukan pemasangan gigi tiruanadalah:

Pemeriksaan kesehatan gigi.
Gigi yang rusak tidak bisa langsung diganti dengan gigi tiruan. Dokter akan memeriksa jenis kerusakan yang terjadi pada gigi. Apabila gigi yang rusak masih bisa ditambal, dokter akan melakukan penambalan. Apabila masih memungkinkan, dokter akan melakukan perawatan saluran akar gigi serta pembersihan karang gigi jika ada. Jika sempat terjadi trauma oklusi, dokter akan memperbaiki susunan gigi secara benar. Apabila kesehatan gigi sudah baik, barulah dilakukan tahapan selanjutnya yaitu pemeriksaan tulang rahang.

Pemeriksaan tulang rahang.
Apabila kondisi tulang rahang menyempit ataupun ketebalannya berkurang, pemasangan dental implant akan tidak memungkinkan. Keanehan ini bisa disebabkan oleh pencabutan gigi atau kecelakaan. Yang menyebabkan bentuk tulang rahang berubah atau hilang. Keanehan ini dapat diatasi dengan cara rekonstruksi rahang. Apabila kedua hal diatas sudah memenuhi syarat, langkah selanjutnya adalah pemasangan dental implant.

Dental implant.
Dental implant adalah pemasangan tiang penyangga yang ditanam pada gusi yang merekat erat pada tulang rahang. Dental implant terdiri dari 2 bagian utama yaitu:
  • Base, berupa alat seperti mur yang ditancapkan pada tulang rahang dan perekatannya sangat maksimal.
  • Post, berupa alat seperi sekrup yang dipasang setelah mur atau base merekat kuat pada rahang.
Pemasangan Crown/gigi tiruan.
Pemasangan crown atau mahkota gigi tiruan bisa maksimal, apabila pemasangan base dan post terpasang dengan benar. Crown yang di pasang memiliki warna sesuai dengan gigi asli.

Ada beberapa jenis gigi tiruanyang bisa digunakan, yaitu gigi tiruan tetap atau fixed prosthetic dan gigi tiruan lepasan atau removable prosthetic, yang terbagi menjadi:

  • Gigi tiruan cekat.
Gigi tiruan ini digunakan untuk menggantikan satu atau lebih gigi yang hilang. Gigi tiruan ini termasuk gigi tiruan tetap atau fixed prosthetic yang tidak bisa dilepaskan, sebab pemasangannya permanen pada gigi asli dengan menggunakan semen.

  • Gigi tiruan sebagian lepasan.
Gigi tiruan ini menggantikan peran satu atau lebih gigi, tetapi tidak seluruh gigi asli atau pendukungnya. Gigi tiruan ini termasuk gigi tiruan lepasan atau removable prosthetic. Pemakaiannya dapat dilepas dan dipasangkan kembali.

  • Gigi tiruan lengkap.
Gigi tiruan ini termasuk gigi tiruan lepasan atau removable prosthetic, yang digunakan untuk menggantikan seluruh gigi geligi asli dan struktur pendukungnya. Gigi ini bisa dipasangkan pada rahang atas atau maksila dan rahang bawah atau mandibula.

Wednesday, May 23, 2012

Neurointervensi, Metode dan Keuntungan

http://indahkeluargaku.blogspot.com/2012/05/neurointervensi-metode-dan-keuntungan.html



Mungkin belum banyak yang mendengar istilah Neurointervensi. Neurointervensi adalah salah satu metode deteksi dini macam-macam penyakit yang disebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah ataupun kelainan syaraf.

Sebagaimana diketahui, seringkali stroke dan HCM atau hypertrophic cardiomyopathy  merupakan penyakit yang menyerang dengan tiba-tiba dan seringkali berujung pada kematian ataupun cacat permanen, dan sampai saat ini belum ditemukan salah satu cara untuk mendeteksi dini penyakit tersebut. Neurointervensi merupakan salah satu cara untuk dapat mendeteksi secara dini penyakit tersebut.

Adapun metode Neurointervensidilakukan dengan cara:

  • Tindakan pembiusan atau anastesi general atau anastesi lokal yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
  • Pasien hendaknya berpuasa minimal 6 jam sebelum melakukan Neurointervensi.
  • Apabila terjadi situasi yang gawat, Neurointervensi dapat dilakukan dengan anastesi general.
  • Memasukkan mikrokateter sebesar lubang jarum ke dalam pembuluh darah femoral pada pangkal paha.
  • Setelah mikrokateter masuk kedalam pembuluh darah femoral, kateter akan menuju pembuluh darah besar dengan bantuan rotational angiography, untuk melakukan serangkaian diagnosa.
Keuntungan metode Neurointervensi yaitu digunakan untuk mendeteksi penyakit akibat kelainan pembuluh darah seperti pada:

  • Carotid stenting.
Carotid stenting adalah pelebaran pembuluh darah yang menyempit pada daerah leher.

  • Deteksi aneurisma.
Aneurisma adalah kelainan pada pembuluh darah, yang bisa disebabkan karena sumbatan atau penyempitan. Kelainan ini biasa terjadi pada daerah pembuluh darah yang bercabang, misalnya pada otak/intra cerebral aneurysm, jantung/aorticaneurysm dan leher/arteri karotis.

  • Arteriovenous malformation.
Arteriovenous malformation adalah terjadinya kerusakan pembuluh darah kapiler yang tipis dan mudah pecah.

  • Stroke berulang.
Stroke berulang yang terjadi mungkin saja disebabkan penyempitan pembuluh darah pada leher, yang harus dilakukan tindakan carotid stenting, seperti pada periodontitis dan gingivifis.

  • Embolisasi.
Embolisasi adalah teknik pemblokiran pembuluh darah yang menyuplai makanan kepada tumor otak, sehingga resiko perdarahan pada saat pembedahan dan jumlah pengangkatan sel tumor yang menyerang otak pada saat pembedahan lebih banyak. 

Tuesday, April 10, 2012

Periodontitis dan Gingivifis Picu Stroke?

http://indahkeluargaku.blogspot.com/2012/04/periodontitis-dan-gingivifis-picu.html



Stroke dan serangan jantung selalu dididentikkan dengan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, stroke juga dihubungkan dengan diabetes melitus, dan hipertensi. Namun fakta terbaru mengungkapkan bahwa sakit gigi/periodontal juga bisa memicu stroke, benarkah demikian?

Penyakit periodontal dapat menyebabkan kantung-kantung aman bagi bakteri anaerob untuk bersembunyi. Kantung-kantung bakteri yang yang makin membesar akan menyebabkan invasi toksin/racun yang makin membesar pula. Akibatnya akan timbul respons inflamasi berkelanjutan yang mengganggu homeostasis sistemis. Pada kondisi tertentu, kantung-kantung periodontal akan mengalami pembusukan/ulserasi dan akibatnya akan muncul akses menuju aliran darah. Dengan adanya bekteri dan toksin pada kantung periodontal, akan dapat meningkatkan sitokin, mediator radang dan CRP/C reaktif Protein, yang merupakan prediktor kejadian kardiovaskular.

Penderita dengan periodontitis berat beresiko 4.3 kali lebih tinggi mengalami stroke iskemik atau stroke akibat sumbatan pembuluh darah daripada mereka yang terkena periodontitis ringan.

Periodontal terbagi menjadi dua penyakit yang jamak diderita yaitu:

  • Gingivitis, yaitu radang pada bagian gingiva/gusi. Gingiva melekat pada gigi dan tulang alveolar.
  • Jika gingivitis berlanjut ke struktur penyangga gigi dibawahnya, disebur periodontitis, artinya terjadi infeksi bakteri pada gusi dan periodonsium, dampaknya gigi akan goyah dan tanggal sebelum waktunya.
Penyebab timbulnya periodontitis adalah:

  • Diabetes melitus.
  • Sindrom down.
  • Penyakit crohn.
  • Kekurangan sel darah putih.
  • HIV/AIDS.
Gejala periodontitis adalah:

  • Perdarahan gusi.
  • Perubahan warna gusi.
  • Bau mulut/halitosis.