melayani penjualan korset untuk nyeri punggung, penyangga tulang belakang, sepatu orthopaedi, koreksi kaki pengkor pada balita, kaki palsu, tangan palsu, dll
Showing posts with label TI. Show all posts
Showing posts with label TI. Show all posts
Monday, April 16, 2012
Inilah 10 Tipe Libido Wanita
Libido wanita ternyata memiliki berbagai tipe. Pemahaman mengenai tipe libido ini bermanfaat untuk membuat kehidupan seks lebih membahagiakan.Dengan mengenal tipe mana libido wanita, pasangan bisa semakin mudah ketika foreplay dan bercinta. Berikut ini 10 tipe libido wanita seperti dipaparkan Gabirelle Moore penulis ‘The Female Orgasm Revealed’ pada askdanandjennifer:1. The Sensual TypeBagi
Wednesday, June 1, 2011
Meluruskan Salah Kaprah Rekayasa Perangkat Lunak
Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering), sedikit mengalami pergeseran makna di realita dunia industri, bisnis, pendidikan maupun kurikulum Teknologi Informasi (TI) di tanah air. Di industri, para tester, debugger dan programmer sering salah kaprah menyandang gelar Software Engineer. SMK di Indonesia juga latah dengan membuka jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, meskipun secara kurikulum hanya mengajari bahasa C atau Pascal (mungkin lebih pas disebut jurusan pemrograman komputer)
Tulisan ini berusaha meluruskan salah kaprah yang terjadi tentang Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) berdasarkan kesepakatan, acuan, dan standard yang ada di dunia internasional.
Sejarah munculnya Rekayasa Perangkat Lunak sebenarnya dilatarbelakangi oleh adanya krisis perangkat lunak (software crisis) di era tahun 1960-an. Krisis perangkat lunak merupakan akibat langsung dari lahirnya komputer generasi ke 3 yang canggih, ditandai dengan penggunaan Integrated Circuit (IC) untuk komputer. Performansi hardware yang meningkat, membuat adanya kebutuhan untuk memproduksi perangkat lunak yang lebih baik. Akibatnya perangkat lunak yang dihasilkan menjadi menjadi beberapa kali lebih besar dan kompleks. Pendekatan informal yang digunakan pada waktu itu dalam pengembangan perangkat lunak, menjadi tidak cukup efektif (secara cost, waktu dan kualitas). Biaya hardware mulai jatuh dan biaya perangkat lunak menjadi naik cepat. Karena itulah muncul pemikiran untuk menggunakan pendekatan engineering yang lebih pasti, efektif, standard dan terukur dalam pengembangan perangkat lunak.
Dari berbagai literatur, kita dapat menyimpulkan bahwa Rekayasa Perangkat Lunak adalah:
Suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal requirement capturing (analisa kebutuhan pengguna), specification (menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna), desain, coding, testing sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.
Kalimat “seluruh aspek produksi perangkat lunak” membawa implikasi bahwa bahwa Rekayasa Perangkat Lunak tidak hanya berhubungan dengan masalah teknis pengembangan perangkat lunak tetapi juga kegiatan strategis seperti manajemen proyek perangkat lunak, penentuan metode dan proses pengembangan, serta aspek teoritis, yang kesemuanya untuk mendukung terjadinya produksi perangkat lunak.
Kemudian tidak boleh dilupakan bahwa secara definisi perangkat lunak tidak hanya untuk program komputer, tetapi juga termasuk dokumentasi dan konfigurasi data yang berhubungan yang diperlukan untuk membuat program beroperasi dengan benar. Dengan definisi ini otomatis keluaran (output) produksi perangkat lunak disamping program komputer juga dokumentasi lengkap berhubungan dengannya. Ini yang kadang kurang dipahami oleh pengembang, sehingga menganggap cukup memberikan program yang jalan (running program) ke pengguna (customer).
Rekayasa Perangkat Lunak bukan merupakan cabang ilmu Computer Science yang mempelajari tentang technical coding. Ini yang sering salah kaprah dipahami, sehingga pelajar, mahasiswa atau bahkan calon dosen
shock ketika dihadapkan dengan buku-buku textbook Rekayasa Perangkat Lunak yang selalu tebal dengan penjelasan sangat luas tentang bagaimana perangkat lunak diproduksi, dari aspek requirement capturing, desain, arsitektur, testing, kualitas software, sampai people/cost management. Dan ini adalah suatu kesepakatan yang sudah diterima umum tentang Rekayasa Perangkat Lunak, sejak jaman Roger S Pressman menulis buku “Software Engineering: A Practitioner’s Approach”, sampai Ian Sommerville yang kemudian datang dengan buku “Software Engineering” yang sudah sampai edisi ke 7, maupun pendatang baru semacam Hans Van Vliet, Shari Lawrence Pfleeger maupun James F Peters.
Terus bagaimana kalau kita ingin memperdalam masalah technical coding dan programming? Ada dua cabang ilmu lain yang membahas lebih dalam masalah ini, yaitu: Algoritma dan Struktur Data, dan Bahasa Pemrograman.
Kok bisa begitu, dasarnya darimana? Jadi pada hakekatnya, sebagai sebuah disiplin ilmu, Computer Science itu juga memiliki definisi, ruang lingkup, klasifikasi dan kategorisasinya. Klasifikasi yang paling terkenal dikeluarkan Task Force yang dibentuk oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ACM (Association for Computing Machinary (http://acm.org)) yang dipimpin oleh Peter J Denning, yang kemudian terkenal dengan sebutan Matriks Denning. Sangat jelas bahwa Matriks Denning memisahkan antara cabang ilmu Software Engineering dengan Algoritma dan Struktur Data, serta Bahasa Pemrograman. Itulah di paragraf awal saya sebut bahwa lebih tepat SMK, akademi atau universitas menggunakan nama jurusan (atau mata kuliah): Pemrograman Komputer, Algoritma dan Struktur Data, atau Bahasa Pemrograman, kalau memang materinya hanya mempelajari masalah bahasa pemrograman secara teknis.
Nah terus pertanyaan kembali muncul, jadi sebenarnya apa yang menjadi ruang lingkup ilmu Software Engineering itu apa? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan banyak orang, semakin banyak peneliti dan praktisi menulis maka semakin bervariasi pemahaman yang muncul, semakin banyak buku yang terbit semakin membingungkan pelajar dan mahasiswa dalam memahami secara komprehensif apa itu Rekayasa Perangkat Lunak.
Kegelisahan ini dijawab tuntas oleh IEEE Computer Society (http://computer.org) dengan membentuk tim di tahun 1998 dimana tim tersebut mulai menyusun pemahaman standard (body of knowledge) tentang bidang ilmu Software Engineering, yang kemudian terkenal dengan sebutan SWEBOK (Software Engineering Body of Knowledge). Sudah ada dua versi SWEBOK ini, yaitu yang diterbitkan tahun 1999 dan terakhir tahun 2004.
Tiada gading yang tak retak kata orang bijak, project IEEE Computer Society tentang SWEBOK ini sebenarnya juga banyak dikritik oleh pakar yang lain. Paling tidak dua tokoh besar dunia Software Engineering yaitu Cem Kaner and Grady Booch tidak terlalu setuju dengan materi yang ada di dalam SWEBOK, bahkan menyebutnya sebagai sebuah guide yang misguided
Terlepas dari hal itu, boleh dikatakan SWEBOK cukup bisa diterima banyak pihak.
Selain SWEBOK, sebenarnya ada project lain yang mirip dalam usaha menyusun pemahaman standard dalam bidang Software Engineering, yaitu CCSE (Computing Curriculum Software Engineering). Project ini juga disponsori oleh IEEE Computer Society dan ACM , hanya orientasinya sedikit berbeda, yaitu untuk membentuk kurikulum standard berhubungan dengan bidang ilmu Software Engineering. Hal ini berbeda dengan orientasi SWEBOK yang lebih umum melingkupi dunia akademisi dan praktisi.
Catatan: Edisi lengkap dari tulisan ini dapat dibaca di majalah SDA Magazine edisi Juni 2006.
REFERENSI
[1] Guide to the Software Engineering Body of Knowledge 2004 Version (SWEBOK), A Project of the IEEE Computer Society Professional Practices Committee, http://www.swebok.org, 2004.
[2] IEEE Standard Glossary of Software Engineering Technology, IEEE Std 610.12-1990, Institute of Electrical and Electronics Engineers, New York, 1990.
[3] Hans Van Vliet, Software Engineering – Principles and Practice, John Wiley & Sons, 2000.
[4] Peter J Denning, Computer Science: the Discipline, In Encyclopedia of Computer Science (A. Ralston and D. Hemmendinger, Eds), 1999.
[5] James F. Peters and Witold Pedrycz, Software Engineering: An Engineering Approach, John Wiley & Sons, 2000.
[6] Roger S. Pressman, Software Engineering: A Practitioner’s Approach Fifth Edition, McGraw-Hill, 2004.
[7] Ian Sommerville, Software Engineering 7th Edition, Addison-Wesley, 2004.
sumber : http://romisatriawahono.net/2006/05/30/meluruskan-salah-kaprah-tentang-rekayasa-perangkat-lunak/[1] Guide to the Software Engineering Body of Knowledge 2004 Version (SWEBOK), A Project of the IEEE Computer Society Professional Practices Committee, http://www.swebok.org, 2004.
[2] IEEE Standard Glossary of Software Engineering Technology, IEEE Std 610.12-1990, Institute of Electrical and Electronics Engineers, New York, 1990.
[3] Hans Van Vliet, Software Engineering – Principles and Practice, John Wiley & Sons, 2000.
[4] Peter J Denning, Computer Science: the Discipline, In Encyclopedia of Computer Science (A. Ralston and D. Hemmendinger, Eds), 1999.
[5] James F. Peters and Witold Pedrycz, Software Engineering: An Engineering Approach, John Wiley & Sons, 2000.
[6] Roger S. Pressman, Software Engineering: A Practitioner’s Approach Fifth Edition, McGraw-Hill, 2004.
[7] Ian Sommerville, Software Engineering 7th Edition, Addison-Wesley, 2004.
Monday, May 23, 2011
Tips memilih laptop
Laptop sepertinya sudah bukan menjadi barang mewah lagi. Mereka yang mobilitasnya tinggi dan sering bepergian, memilih laptop sebagai 'teman sejati' yang menemani setiap pekerjaan mereka kemanapun mereka pergi.
Namun tak sedikit konsumen yang bimbang dan kebingungan saat ingin membeli laptop baru mengingat laptop bukanlah barang murah. Terlebih lagi saat ini bermunculan berbagai jenis laptop dengan beragam spesifikasi dan merk, pun harganya bervariasi. Tak jarang pula konsumen membeli laptop dengan spesifikasi yang 'wah' tanpa memikirkan kegunaannya.
Bagaimana memilih laptop yang sesuai dengan kebutuhan? Simak beberapa tips singkat berikut ini:
1. Tentukan dulu kegunaannya, apakah laptop akan dipakai untuk disain dan gaming,
men-develop sistem, atau mobile.
- Jika laptop dipakai untuk tujuan disain dan gaming, sebaiknya Anda memilih spesifikasi
laptop dengan menitikberatkan pada kartu VGA (Video Graphics Array) dan memori yang
handal. Jika Anda ingin laptop dengan kemampuan lebih tinggi, memilih teknologi multi-core
dan arsitektur 64-bit sangat disarankan.
Untuk penggunaan disain grafis ataupun bermain game, sebaiknya pilih laptop dengan VGA yang tinggi kekuatannya dan memori yang besar agar disain dan bermain game terasa lebih 'ringan'. Kartu VGA sendiri berguna untuk menerjemahkan output komputer ke monitor. Sedangkan memori merupakan sebuat alat penyimpan data digital sementara yang biasanya mempunyai kapasitas ukuran berdasarkan standard bit digital yaitu 16MB, 32MB,64MB, 128MB, 256MB dan seterusnya (kelipatan dua).
- Untuk developing, biasanya dibutuhkan software develop yang membutuhkan resource
tinggi. Anda bisa memilih laptop dengan mempertimbangkan prosesor dan memori dengan
spesifikasi tinggi agar bisa mengimbangi perkembangan piranti lunak dan developing tools
yang kian hari kian 'rakus' memori. Teknologi multi-core dan arsitektur 64-bit juga disarankan.
- Untuk mobile, Anda bisa menekankan pilihan pada umur baterai, berat laptop, ukuran layar,
serta beberapa fitur internal konektifitas seperti wifi, bluetooth, IrDA, NetworkCard, Modem.
2. Terlepas dari pemilihan penggunaan, beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih
laptop adalah soal besar layar, berat laptop dan umur baterai. Jika Anda akan sering
memakai laptop di perjalanan, sebaiknya pilih laptop yang ringan, dengan ukuran layar
yang tidak terlalu besar agar tidak kesulitan membawanya.
Umur baterai juga patut dipertimbangkan. Umumnya baterai laptop paling tidak bisa bertahan 2 hingga 3 jam tanpa terhubung ke adapter. Jika Anda ingin menghemat penggunaan baterai, matikan fungsi konektifitas seperti Wifi atau Bluetooth karena fungsi tersebut akan memperbanyak konsumsi baterai.
3. Pertimbangkan layanan purna jualnya.
Saat hendak membeli laptop, jangan lupa untuk mempertimbangkan layanan purna jualnya
mulai dari gerai service (banyak atau tidak, mudah dijangkau atau tidak), ketersediaan
spare parts serta harga jual kembali. Jangan memilih laptop yang spare parts-nya sulit
dicari. Disarankan, jangan membeli laptop yang spare parts-nya sulit dicari.
Tips-tips untuk membeli Laptop Bekas:
Membeli laptop bekas bisa jadi pilihan menarik. Misalnya, Anda ingin menghemat uang atau sekedar membelikan laptop bagi anak agar melek komputer. Apapun alasannya, berikut beberapa tips membeli laptop bekas berkualitas seperti dikutip dari Blaptops:
1. Perhatikan Seksama Fisik Laptop
Casis
Kondisi dari casis laptop mengindikasikan apakah laptop bekas dirawat dengan baik. Perhatikan baik-baik seluruh casis laptop sehingga Anda tak menyesal di kemudian hari karena tak cermat mengamati kerusakan yang terjadi.
Layar Laptop
Layar LCD laptop adalah salah satu komponen paling mahal. Karena itu, pastikan layar laptop masih mampu bekerja dengan baik.
Keyboard dan Touchpad
Pastikan keyboard dan touchpad laptop masih berfungsi baik. Hal ini karena mengganti keyboard dan touchpad, selain membutuhkan biaya juga tak semudah seperti halnya di desktop.
2. Perhatikan Seksama Komponen Dalam Laptop
Prosesor
Untuk saat ini, sebaiknya Anda membeli laptop bekas berprossesor minimal Pentium III. Prosesor ini masih mampu menjalankan sistem operasi modern seperti Windows XP dengan cukup baik.
Memori
Memori RAM biasanya berharga murah saat ini. Teliti kapasitas RAM dan periksa apakah bisa diupgrade dengan mudah jika suatu saat Anda menginginkannya. Disarankan agar laptop punya kapasitas RAM minimal 512 Mb.
Kapasitas Harddisk
Laptop lama mungkin hanya punya kapasitas harddisk maksimal 40 GB, bahkan ada yang hanya 10 GB. Tentukan kapasitas yang memenuhi kebutuhan Anda dalam menyimpan data.
Baterai
Baterai laptop bekas biasanya lemah. Pertimbangkan apakah Anda memerlukan baterai baru. Jika misalnya laptop hanya dipakai di rumah, Anda mungkin tak perlu baterai baru dan bisa mengandalkan daya listrik.
3. Tanyai Diri Anda
Tanyakan pada diri Anda apakah sudah mantap membeli laptop bekas. Apakah laptop bekas tersebut kira-kira bisa bertahan cukup lama atau apakah tidak sebaiknya Anda menunggu waktu untuk membeli yang baru? Ingat, harga laptop baru makin menurun seiring perkembangan teknologi. Namun jika Anda sudah mantap membeli laptop bekas dengan mempertimbangkan berbagai untung rugi, lakukan saja.
Namun tak sedikit konsumen yang bimbang dan kebingungan saat ingin membeli laptop baru mengingat laptop bukanlah barang murah. Terlebih lagi saat ini bermunculan berbagai jenis laptop dengan beragam spesifikasi dan merk, pun harganya bervariasi. Tak jarang pula konsumen membeli laptop dengan spesifikasi yang 'wah' tanpa memikirkan kegunaannya.
Bagaimana memilih laptop yang sesuai dengan kebutuhan? Simak beberapa tips singkat berikut ini:
1. Tentukan dulu kegunaannya, apakah laptop akan dipakai untuk disain dan gaming,
men-develop sistem, atau mobile.
- Jika laptop dipakai untuk tujuan disain dan gaming, sebaiknya Anda memilih spesifikasi
laptop dengan menitikberatkan pada kartu VGA (Video Graphics Array) dan memori yang
handal. Jika Anda ingin laptop dengan kemampuan lebih tinggi, memilih teknologi multi-core
dan arsitektur 64-bit sangat disarankan.
Untuk penggunaan disain grafis ataupun bermain game, sebaiknya pilih laptop dengan VGA yang tinggi kekuatannya dan memori yang besar agar disain dan bermain game terasa lebih 'ringan'. Kartu VGA sendiri berguna untuk menerjemahkan output komputer ke monitor. Sedangkan memori merupakan sebuat alat penyimpan data digital sementara yang biasanya mempunyai kapasitas ukuran berdasarkan standard bit digital yaitu 16MB, 32MB,64MB, 128MB, 256MB dan seterusnya (kelipatan dua).
- Untuk developing, biasanya dibutuhkan software develop yang membutuhkan resource
tinggi. Anda bisa memilih laptop dengan mempertimbangkan prosesor dan memori dengan
spesifikasi tinggi agar bisa mengimbangi perkembangan piranti lunak dan developing tools
yang kian hari kian 'rakus' memori. Teknologi multi-core dan arsitektur 64-bit juga disarankan.
- Untuk mobile, Anda bisa menekankan pilihan pada umur baterai, berat laptop, ukuran layar,
serta beberapa fitur internal konektifitas seperti wifi, bluetooth, IrDA, NetworkCard, Modem.
2. Terlepas dari pemilihan penggunaan, beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih
laptop adalah soal besar layar, berat laptop dan umur baterai. Jika Anda akan sering
memakai laptop di perjalanan, sebaiknya pilih laptop yang ringan, dengan ukuran layar
yang tidak terlalu besar agar tidak kesulitan membawanya.
Umur baterai juga patut dipertimbangkan. Umumnya baterai laptop paling tidak bisa bertahan 2 hingga 3 jam tanpa terhubung ke adapter. Jika Anda ingin menghemat penggunaan baterai, matikan fungsi konektifitas seperti Wifi atau Bluetooth karena fungsi tersebut akan memperbanyak konsumsi baterai.
3. Pertimbangkan layanan purna jualnya.
Saat hendak membeli laptop, jangan lupa untuk mempertimbangkan layanan purna jualnya
mulai dari gerai service (banyak atau tidak, mudah dijangkau atau tidak), ketersediaan
spare parts serta harga jual kembali. Jangan memilih laptop yang spare parts-nya sulit
dicari. Disarankan, jangan membeli laptop yang spare parts-nya sulit dicari.
Tips-tips untuk membeli Laptop Bekas:
Membeli laptop bekas bisa jadi pilihan menarik. Misalnya, Anda ingin menghemat uang atau sekedar membelikan laptop bagi anak agar melek komputer. Apapun alasannya, berikut beberapa tips membeli laptop bekas berkualitas seperti dikutip dari Blaptops:
1. Perhatikan Seksama Fisik Laptop
Casis
Kondisi dari casis laptop mengindikasikan apakah laptop bekas dirawat dengan baik. Perhatikan baik-baik seluruh casis laptop sehingga Anda tak menyesal di kemudian hari karena tak cermat mengamati kerusakan yang terjadi.
Layar Laptop
Layar LCD laptop adalah salah satu komponen paling mahal. Karena itu, pastikan layar laptop masih mampu bekerja dengan baik.
Keyboard dan Touchpad
Pastikan keyboard dan touchpad laptop masih berfungsi baik. Hal ini karena mengganti keyboard dan touchpad, selain membutuhkan biaya juga tak semudah seperti halnya di desktop.
2. Perhatikan Seksama Komponen Dalam Laptop
Prosesor
Untuk saat ini, sebaiknya Anda membeli laptop bekas berprossesor minimal Pentium III. Prosesor ini masih mampu menjalankan sistem operasi modern seperti Windows XP dengan cukup baik.
Memori
Memori RAM biasanya berharga murah saat ini. Teliti kapasitas RAM dan periksa apakah bisa diupgrade dengan mudah jika suatu saat Anda menginginkannya. Disarankan agar laptop punya kapasitas RAM minimal 512 Mb.
Kapasitas Harddisk
Laptop lama mungkin hanya punya kapasitas harddisk maksimal 40 GB, bahkan ada yang hanya 10 GB. Tentukan kapasitas yang memenuhi kebutuhan Anda dalam menyimpan data.
Baterai
Baterai laptop bekas biasanya lemah. Pertimbangkan apakah Anda memerlukan baterai baru. Jika misalnya laptop hanya dipakai di rumah, Anda mungkin tak perlu baterai baru dan bisa mengandalkan daya listrik.
3. Tanyai Diri Anda
Tanyakan pada diri Anda apakah sudah mantap membeli laptop bekas. Apakah laptop bekas tersebut kira-kira bisa bertahan cukup lama atau apakah tidak sebaiknya Anda menunggu waktu untuk membeli yang baru? Ingat, harga laptop baru makin menurun seiring perkembangan teknologi. Namun jika Anda sudah mantap membeli laptop bekas dengan mempertimbangkan berbagai untung rugi, lakukan saja.
Virus Komputer Lokal Lebih Berbahaya
JAKARTA, KOMPAS.com - Virus komputer lokal buatan Indonesia yang banyak beredar di dunia maya saat ini diyakini lebih berbahaya dari virus produksi asing. Dalam beberapa kasus, virus lokal sampai menghilangkan data file di komputer korban.
"Sementara, virus asing tidak sampai menghilangkan file penting penggunanya. Produsen virus tersebut hanya ingin menunjukkan kelemahan windows yang ada saat ini," kata Yudhi Kukuh, Technical Security Consultant, ESET Indonesia, perusahaan di bidang keamanan digital, Minggu (23/8).
Namun, jelas dia, dari sejumlah virus yang menyebar di seluruh jaringan komputer di dunia, virus asal Indonesia hanya menyumbang 0,1 persen. "Meski penguasaannya terbilang minim secara internasional, pengguna komputer perlu menyadari pentingnya antivirus untuk melindungi data," ujarnya.
Sampai saat ini, kata dia, variasi virus di dunia sangat beragam. Akan tetapi, yang kini menjadi tren dan berbahaya adalah virus "configure". Virus ini sifatnya bisa menggandakan diri, sehingga kini variannya bisa mencapai turunan ke-30 ("configure" varian AQ).
"Mayoritas, selama ini yang menyerang komputer di antaranya `configure generic`, `configure` varian A, dan `configure` varian AA," katanya.
Sementara, ia mencontohkan, ragam virus lokal yang juga membahayakan data pengguna komputer seperti babon, aksika, "coolface & coolface MP3 player", W32/Kill AV, pendekar "blank", pacaran, "blue fantassy", "Windx-Matrox". Selain itu, ada juga virus amburadul, FD Shield, Purwo C, dan Nadia Saphira.
Terkait pengguna antivirus ESET, Marketing Communications ESET Indonesia, Chrissie Maryanto, menyatakan, sampai saat ini pasar terbesar sebanyak 60 persen berada di Jakarta, 30 persen di Surabaya, dan 10 persennya menyebar di kota lain. "Dari jumlah tersebut, segmentasi pasar kami terdiri dari 80 persen kalangan korporasi dan 20 persen pelaku usaha ritel," katanya.
Khusus di Surabaya, ia siap menembus pasar ritel di kota tersebut. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan peritel yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI). Sementara itu, sejak Agustus ini ia telah memiliki reseller di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, dan Papua.
"Mengenai upaya menarik konsumen, kami memberikan promo Merdeka Dari Virus dengan harga promosi untuk Home Edition seperti ESET Antivirus NOD32 yang kini menjadi 24,99 dolar Amerika Serikat (AS), dari harga normal 39,99 dolar AS," katanya.
"Sementara, virus asing tidak sampai menghilangkan file penting penggunanya. Produsen virus tersebut hanya ingin menunjukkan kelemahan windows yang ada saat ini," kata Yudhi Kukuh, Technical Security Consultant, ESET Indonesia, perusahaan di bidang keamanan digital, Minggu (23/8).
Namun, jelas dia, dari sejumlah virus yang menyebar di seluruh jaringan komputer di dunia, virus asal Indonesia hanya menyumbang 0,1 persen. "Meski penguasaannya terbilang minim secara internasional, pengguna komputer perlu menyadari pentingnya antivirus untuk melindungi data," ujarnya.
Sampai saat ini, kata dia, variasi virus di dunia sangat beragam. Akan tetapi, yang kini menjadi tren dan berbahaya adalah virus "configure". Virus ini sifatnya bisa menggandakan diri, sehingga kini variannya bisa mencapai turunan ke-30 ("configure" varian AQ).
"Mayoritas, selama ini yang menyerang komputer di antaranya `configure generic`, `configure` varian A, dan `configure` varian AA," katanya.
Sementara, ia mencontohkan, ragam virus lokal yang juga membahayakan data pengguna komputer seperti babon, aksika, "coolface & coolface MP3 player", W32/Kill AV, pendekar "blank", pacaran, "blue fantassy", "Windx-Matrox". Selain itu, ada juga virus amburadul, FD Shield, Purwo C, dan Nadia Saphira.
Terkait pengguna antivirus ESET, Marketing Communications ESET Indonesia, Chrissie Maryanto, menyatakan, sampai saat ini pasar terbesar sebanyak 60 persen berada di Jakarta, 30 persen di Surabaya, dan 10 persennya menyebar di kota lain. "Dari jumlah tersebut, segmentasi pasar kami terdiri dari 80 persen kalangan korporasi dan 20 persen pelaku usaha ritel," katanya.
Khusus di Surabaya, ia siap menembus pasar ritel di kota tersebut. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan peritel yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI). Sementara itu, sejak Agustus ini ia telah memiliki reseller di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, dan Papua.
"Mengenai upaya menarik konsumen, kami memberikan promo Merdeka Dari Virus dengan harga promosi untuk Home Edition seperti ESET Antivirus NOD32 yang kini menjadi 24,99 dolar Amerika Serikat (AS), dari harga normal 39,99 dolar AS," katanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

