Showing posts with label tuberkulosis. Show all posts
Showing posts with label tuberkulosis. Show all posts

Sunday, March 18, 2012

TB Tulang, Jenis Penyakit Baru

http://indahkeluargaku.blogspot.com/2012/03/tb-tulang-jenis-penyakit-baru.html



TB tulang merupakan salah satu jenis penyakit baru dari tuberkulosis, yang tidak menyerang paru, tetapi menyerang susunan tulang. Kuman mycobacterium tuberculosis, yang biasa menyerang paru-paru, ternyata bisa mengalami mutasi dan menyerang tulang, terutama susunan tulang belakang, yang bisa menyebabkan kerapuhan atau kerusakan struktur tulang.

Gejala dari penyakit TB tulang, diantaranya:


  • ·         Nyeri pada punggung, terutama jika beraktivitas lama.
  • ·         Rasa nyeri pada sekujur tubuh, kadang penderita susah berjalan.
  • ·         Terkadang memiliki gejala mirip stroke, seperti cadel, namun wajah tidak perot.
  • ·         Lidah terasa mati rasa.
  • ·         Suhu tubuh tinggi.
  • ·         Leher terasa kaku atau tegang.
  • ·         Rasa sakit pada bagian belakang kepala.

Jika memiliki rasa nyeri pada punggung selama lebih dari satu minggu, walaupun sudah meminum obat pereda nyeri, ada baiknya dilakukan tindakan berikut, siapa tahu terkena TB tulang, yaitu:


  • ·         MRI atau Magnetic Resonance Imaging, untuk mengetahui rasa nyeri disebabkan penyakit atau terkena serangan kuman TB. Bila diketahui penyebabnya adalah kuman TB, maka dilakukan tindakan:
  • ·         Operasi tulang, jika ternyata tulang yang terserang sudah parah, dengan tujuan membersihkan tulang akibat kuman TB, membuang bagian tulang yang menekan saraf, dan mencangkok tulang yang rusak.

Jadi, apabila memiliki keluhan nyeri pada punggung lebih dari satu minggu dan tidak hilang walaupu sudah mengkonsumsi obat pereda nyeri, ada baiknya segera memeriksakan diri ke ahli ortopedi...

Tuesday, February 28, 2012

MDR-TB dan XDR-TB, Jenis Baru Tuberkulosis

http://indahkeluargaku.blogspot.com/2012/02/mdr-tb-dan-xdr-tb-jenis-baru.html



Tuberkulosis atau dulu biasa dikenal dengan TBC, merupakan suatu jenis penyakit yang mempunyai stigma yang sangat kuat, dan ganas. Cara penularan dan efeknya tidak mampu disembuhkan dengan tuntas, seta tingkat penularan yang tinggi. Dengan tingginya rasio antara penderita dan yang meninggal, maka tidak mengherankan apabila banyak anggapan yang mengatakan bahwa tuberkulosis tidak bisa disembuhkan. Adapun gejala yang biasa mengiringi tuberkulosis adalah:

  • Batuk berdahak lebih dari dua minggu.
  • Sering mengalami sesak napas.
  • Sering berkeringat dingin berlebihan.
  • Demam selama lebih dari satu bulan.
  • Nafsu makan menurun dengan drastis.
Karena TB merupakan penyakit yang ganas dan bisa menulari lebih dari 15 orang oleh satu penderita, pasien yang terkena penyakit TB disarankan untuk berobat ke puskesmas, untuk mendapatkan pengobatan dengan program DOTS (Directly Tratment Short-Course), yang merupakan program dari WHO. Pengobatan tersebut harus tuntas selama 6-9 bulan, jika tidak, pasien TB beresiko tinggi terekena penyakit MDR-TB (MultiDrug Resistant Tuberculosis).

MDR-TB adalah penyakit TB yang telah mengalami mutasi, sehingga kebal terhadap obat first line, yaitu OAT (Obat Anti Tuberkulosis). Menghentikan minum obat sebelum waktunya atau tidak rutin minum obat, dipercaya sebagai penyebab utama timbulnya penyakit TB ini. Memang tidak bisa dipungkiri, pasien TB memang harus rutin meminum obat sebanyak 18-24 butir sehari, ditambah lagi obat suntik. Dengan banyaknya jumlah obat yang diminum, memang menyebabkan pasien TB merasa enggan untuk rutin meminum obat atau menghentikan pengobatan, jika badan terasa lebih sehat. 

Penghentian meminum obat ini menyebabkan sebagian kuman mati, dan sebagian lagi masih hidup. Kuman yang masih hidup akan bertahan dan membentuk koloni baru lagi yang lebih besar dan lebih kuat terhadap obat antituberkulosis, sehingga timbul juga penyakit baru yang disebut XDR-TB. XDR-TB atau extensively drug resistant tuberculosis merupakan suatu penyakit TB yang lebih berbahaya, karena kuman sudah lebih kebal terhadap fluoroquinolon, kanamycin, amikasin, atau capreomycin...

Monday, February 27, 2012

Tuberkulosis, Bahaya Bila Berkorelasi

http://indahkeluargaku.blogspot.com/2012/02/tuberkulosis-bahaya-bila-berkorelasi.html



Penyakit tuberkulosis tak hanya berdiri sendiri dalam merusak paru-paru. Mycobacterium Tuberculosis, yang merupakan kuman penyebab penyakit TB ini, mampu bersinergi dengan berbagai penyakit kronis dan berbahaya lain. Apa saja penyakit kronis tersebut?

  • HIV/AIDS
Bila bergabung menyebabkan resiko tinggi kematian, karena berdasarkan data terakhir, sekitar 60% pasien yang terkena HIV/AIDS atau ODHA, juga positif tejangkit TB.Tb mempunyai andil sebesar 40% penyebab kematian dini pada ODHA. Data ini berarti 4x lipat lebih tinggi dibandingkan ODHA tanpa TB. 

  • Diabetes Melitus
Pengobatan penyakit TB pada pasien yang menderita diabetes juga sangat susah dan riskan, karena pemberian obat TB bisa meningkatkan kadar gula dalam darah, sedangkan pengobatan diabetes melitus, harus mengurangi kandungan gula dalam darah. Lebih disarankan apabila pengobatan diabetes menggunakan terapi insulin, sehingga kadar gula dalam darah bisa lebih terkontrol, walaupun biayanya sedikit mahal, namun seiring dengan kematian kuman penyebab TB, kebutuhan akan terapi insulin akan bisa dikurangi...