Showing posts with label Social Network. Show all posts
Showing posts with label Social Network. Show all posts

Thursday, October 20, 2011

Yueyue, Balita Cina Korban Tabrak Lari. Biang Keroknya Gara-gara Pemerintah Cina


Sungguh memilukan,video tayangan Yueyue, seorang balita Cina korban tabrak lari dibiarkan tergelatak hingga terlindas truk dua kali. Sebanyak 18 orang pun mengabaikan nasib balita tersebut hingga akhirnya mengalami mati otak (brain dead). Selama 7 menit luar biasa pasca tertabrak, orang-orang yang berseliweran di pasar tidak bergegas menyelamatkannya, antara lain pengendara sepeda, pejalan kaki hingga pedagang pasar. Akhirnya seorang wanita pedagang kan bergegas menolong balita itu hingga sang Ibu mengetahui keadaan Yueyue.

Namun dibalik tayangan ini, justru melahirkan banyak kecaman hingga pemerintah Cina kebakaran jenggot untuk melakukan aksi sensor terhadap pemberitaan. Dalam kasus Yueyue itu, pemberitaan media tampaknya mungkin ingin menyerukan perlindungan hukum yang lebih baik bagi orang baik. Namun sebuah ketakutan terjadi di negara Cina bahwa mereka yang membantu korban dalamkeadaan darurat atau terluka justru bisa disalahkan dan diseret ke pengadilan.

Sadis amat pemerintah Cina,,yuk klik read more biar lebih jelas.

 
Ternyata, dulu sempat ada Peng Yu, seorang warga Nanjing pada tahun 2006 berhenti untuk tidak mau membantu orang lagi. Pasalnya, Peng Yu gara-gara membantu seorang wanita usia 65 tahun yang jatuh. Akhirnya pengadilan memutuskan Pengyu bersalah karena dia membantu wanita itu. Parahnya keluarga wanitalah yang memperkarakan dan memaksa Peng Yu membayar ongkos rumah sakit. Berita itu sempat membuat marah warga Cina lainnya.

Iutlah mengapa ada ketakutan warga Cina enggan untuk bertindak atas nama orang lain. Belum berhenti disitu, banyak sekali awak media atau jurnalis di Cina harus berhadapan dengan pemerintah Cina untuk berita-berita yang dianggap berbahaya bagi kepentingan partai komunis yang berkuasa.
Banyak warga Cina menyalahkan tentang negara hukum Cina. Mereka berpendapat terlalu tunduk pada keinginan hakim dan pengaruh tersembunyi, untuk membuat orang takut membantu tetangga mereka.

Parahnya Ada laporan yang saling bertentangan antara China Daily dan Xinhua, dua lembaga yang dikendalikan oleh pemerintah, tentang Yueyue masih hidup atau tidak? Bahkan pemberitaan dua media massa tersebut menyatakan sekitar 18 orang tidakmelihat keberadaan Yueyue dijalan. Sangat ironis dengan tayangan video tersebut.

Selain itu, kemungkinan ada satu kesamaan antara tabrak lari Yueyuedan kecelakaan kereta peluru di Cina. Untungnya, setelah wartawan mulai agresif meliputi kecelakaan kereta pada Juli lalu, yang menewaskan sedikitnya 40 orang, sensor pemerintahCina justru meminta media berhenti menulis tentang hal itu. Sebagian besar surat kabar segera beralih untuk pelaporan optimis pada cerita lain. Gilaaaaa...!!!

Akibat kecelakaan kereta. Pemerintah Cina kembali melakukan sensor membuat sebuah upaya untuk membungkam informasi tentang Yueyue. Namun sayangnya itu tidak berhasil karena Sebuah komentar pada Weibo, versi twitter-nya Cina, menulis pada waktu itu: "Mengapa orang-orang telah dirampok hak untuk tahu? 
 
Berapa lama mereka ingin menyembunyikan..Kami tidak akan menerima diperlakukan seperti orang idiot," ungkap salah satu weiber mengomentari.

Dalam sebuah survei online oleh ifeng.com televisi Phoenix independen di Hong Kong sekitar 170.000 responden berdasarkan atas inisiatif mereka sendiri. Hasilnya menunjukan kasus balita itu adalah bukti bahwa moral orang Cina dan saling percaya telah terkikis di bawah tekanan masyarakat modern.

Bahkan masalah kasih sayang dalam masyarakat Cina bukanlah sesuatu yang baru. Gambaran penulis sebuah buku Arthur H Smith  tentang karakteristik Cina pun menyebutkan rendahnya simpati masyarakat Cina. "Keengganan untuk memberikan bantuan kepada orang lain, kecuali ada alasan khusus untuk melakukannya, adalah sifat yang berjalan melalui hubungan sosial Cina di manifestasi multifold," tulisnya.

Banyak kalangan awalnya tidak percaya akan kebenaran buku tersebut. Tetapi beberapa pengamat di Cina saat ini mengatakan pandangan buku tersebut membawa unsur kebenaran, meskipun untuk alasan yang berbeda.

Maka itu, mohon maaf jika sebelumnya penilaian saya di blog ini tentang Ekonomi China yang begitu hebat di Asia. Tapi ternyata kebobrokan pemerintah Cina memberikan pengaruh kepada rakyatnya membuat masyarakat takut untuk menolong. Dukungan dan kebebasan informasi serta supremasi hukum miliki warga Cina pula.

Go social network of Wibeo for freedom and Law Supremacy.




Friday, July 1, 2011

Proyek Google+ Kejar Facebook


Dapatkah Google+ mencuri pengguna dari Facebook? Ya. Ada beberapa alasan yang baik untuk beralih dari Facebook ke Google+, mulai dari penggunaan yang gampang hingga penghormatan terhadap privasi data.
Ketika orang bertanya “dapatkah Google+ mengalahkan Facebook?” mereka salah mengutarakan pertanyaannya. Ini bukan tentang satu situs melawan situs lainnya. Google+ lebih besar daripada itu. Alasan mengapa Google menyebutnya “Proyek Google+” ialah bahwa Google+ akan menjadi bagian sentral dari keseluruhan identitas Google. Itu akan membentuk kembali perusahaan tersebut. Jadi pertanyaan yang sebenarnya ialah “dapatkah Google mengalahkan Facebook?” Jika ditempatkan seperti itu, kontes tersebut tampaknya jauh lebih seimbang.
Tentu saja Facebook memiliki awal yang besar, tapi ada beberapa alasan baik bagi orang untuk secara serius meninggalkan Facebook untuk Google+.

1. Integrasi dengan Layanan Google

Porsi terbesar yang dimiliki Google untuk menarik orang menggunakan Google+ ialah integrasi. Artinya Google akan membangun fitur dan peralatan Google+ ke hampir semua layanan online-nya mulai dari pencarian dokumen hingga Vidio. Google+ sudah diintegrasikan ke balok navigasi di bagian kanan atas dari hampir keseluruhan produk Google. Ini memperkenankan anda memonitor semua peristiwa Google+ (pesan, update, dll.) sewaktu membagi konten dengan teman tanpa meninggalkan layanan Google yang sedang anda gunakan. Jutaan orang menggunakan layanan gratis Google (Gmail, Dokumen, Pencarian, dll.), dan dengan keterikatan layanan tersebut dengan Google+ mungkin akan mulai nampak lucu untuk keluar ke situs lain (Facebook) untuk soal jejaring sosial.
2. Manajemen Teman Yang Lebih Baik
Google benar bahwa konsep “lingkaran” lebih sesuai dengan cara kita berteman di kehidupan nyata. Kita memiliki banyak jenis teman, dan kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka dalam berbagai cara yang berbeda. Fitur Grup Facebook memperkenankan anda membentuk grup khusus teman, tapi dibandingkan dengan yang dilakukan di Google+, itu nampaknya tidak praktis. Lagi pula, Fitur Grup Facebook masih baru (tambahan), sedangkan “lingkaran” teman merupakan landasan dari platform Google+.
3. Aplikasi Mobile Yang Lebih Baik
Jika anda adalah pengguna Android, anda bisa tahu bahwa memperoleh konten dari telepon anda ke platform sosial lebih gampang, lebih bersih, lebih banyak fungsi dengan aplikasi mobile Google+. Aplikasi tersebut memang sudah mantap, tapi Google akan tetap mencari dan mencari cara untuk membuat Android anda menjadi anggota tubuh dari platform sosial Google+ anda. Google berharap untuk menggunakan basis pengguna Android-nya yang besar sebagai suatu bagian melawan Facebook, yang aplikasi mobile-nya walau kelihatan cantik tapi sedikit kikuk untuk digunakan.
4. Lebih Gampang Menemukan Hal Untuk Dibagi
Fitur Spark Google+ merupakan satu lagi hal penting yang membedakannya dari Facebook. Spark ialah di mana Google mengungkit mesin pencarinya untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan Facebook yaitu memberikan pengguna aliran informasi instan yang relevan untuk dibagi bersama teman. Lantaran Facebook tidak memiliki mesin pencari, penggunanya harus meninggalkan situs itu untuk mencari data yang dapat dibagi atau menunggu teman mereka membaginya dengan mereka. Pertanyaan “bagaimana saya mencari sesuatu untuk dibagi” secara langsung dijawab dengan Spark.
5. Anda Dapat Mengambil Kembali Data Anda
Facebook dikenal kurang handal menangani data pribadi. Misalnya anda dipaksa untuk membuat bagian tertentu data pribadi anda tampil ke publik, dan sangat sulit untuk secara permanen menghapus profil Facebook anda. Di lain pihak, Google membuatnya mungkin bagi anda untuk mengambil semua data yang anda tempatkan di Google+ lalu pergi. Hal ini dilakukan melalui perangkat Google+ yang disebut “Data Liberation”. Dengan hanya beberapa klik anda dapat mengunduh data dari Picasa Web Albums anda, Profil Google, Google+ stream, Buzz dan kontak.
6. Melabelkan Foto Lebih Baik
Ketika melihat foto di Google+ anda dapat “melabelkan” orang-orang di dalamnya mirip dengan yang anda lakukan di Facebook. Anda membuat persegi empat kecil di sekitar wajah mereka, kemudian mengetikkan nama mereka pada kotak di bawahnya atau memilih salah satu nama yang diterka Google+. Namun ada perbedaan besar di mana Google menangani aspek privasi dalam melabelkan foto. Ketika anda melabelkan seseorang, anda melihat catatan seperti ini “Menambahkan label ini akan memberitahukan orang yang anda labelkan. Mereka dapat foto dan album terkait”. Di lain pihak, Facebook tidak melakukan usaha untuk memperingatkan orang bahwa mereka telah dilabelkan (mungkin saja dalam foto yang tidak baik) dan memberikan mereka kesempatan langsung untuk mengeluarkan label itu.
Google juga telah memutuskan untuk sedikit malu menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah, yang sekarang digunakan Facebook untuk secara otomatis mengidentifikasi orang dalam foto yang diunggah ke album pengguna.
7. Fitur Obrolan Grup Yang Mantap
Google+ memiliki fitur yang mengalahkan Facebook dalam urusan obrolan. Gampang untuk membuat grup khusus obrolan vidio dengan menggunakan fitur Hangouts pada Google+, dan membuat grup khusus untuk mengobrol nampaknya merupakan sesuatu yang alami dan menyenangkan untuk dilakukan dalam jejaring sosial. Hal yang mirip juga dilakukan oleh aplikasi mobile Huddle yang membuat pengguna Android memulai obrolan teks grup. Facebook tidak menawarkan perangkat ini.
8. Membagi Konten Lebih Aman
Anjuran privasi sudah lama meminta situs jejaring sosial untuk memperkenankan pengguna menentukan tingkat privasi setiap konten yang dibagi, daripada menggunakan daftar penyetelan awal yang menentukan semua konten yang dibagi. Google nampaknya mendengar permintaan itu, dan membangun kapabilitas tersebut ke dalam Google+. Sebagai contoh, jika saya membagikan artikel atau mengunggah gambar dari kamera, Google+ memberikan saya pilihan lingkaran teman mana yang ingin saya bagikan konten tersebut. itu merupakan keuntungan Google+.

sumber : kompas.com