Wednesday, June 2, 2010

Gatel setelah minum obat?




Pak T, 68 th 20 hari yang lalu datang berobat dengan keluhan demam 2 hari dan batuk-batuk sejak 3 minggu. Hasil pemeriksaan Urine terdapat Infeksi Saluran Kencing ( ISK ).
Hasil pemeriksaan Foto Thorax ( Jantung & Paru ) terdapat KP Dupleks aktip ( TBC Paru ). Ia perokok, 1 bungkus Kretek per hari.

Saya memberikan resep obat untuk ISK terlebih dahulu. Seminggu kemudian ia datang kembali untuk mendapat resep obat kombinasi anti TBC Paru untuk selama 10 hari.
4 hari yang lalu, Pak T datang kembali dan mengeluh bahwa setelah minum obat resep terakhir, ia merasa gatel dan lebih banyak berkeringat. Akhirnya Pak T malas minum obat anti TBC yang harus diminum minimal selama 6 bulan berturut-turut. Kalau obatnya tidak diminum, bagaimana penyakit TBC nya akan sembuh?

Saya berpikir: apakah Pak T tidak tahan ( alergi ) terhadap salah satu atau lebih obat anti TBC paru yang diberikan?

Pada pemeriksaan kulit, tidak terdapat kelainan. Biasanya bila alergi ( obat, makanan dll ) terdapat Kaligata ( biduren ) pada permukaan kulit, Kulit tampak bentol-bentol, menonjol dari permukaan kulit dan pasien mengeluh gatel.
Saya pikir itu bukan alergi obat.

Saya telusuri, apakah penyebab gatel pada kulit pasien ini?

“Sejak kapan terasa gatel dan berkeringat, Pak.” Saya bertanya kepada Pak T.
Pendengaran Pak T sudah menurun sehingga tanya jawab mesti dibantu oleh putri yang mengantar datang berobat.

“Saya berkeringat dan kulit terasa gatel sudah lama. Ketika minum obat untuk Paru-paru, keluhan saya makin bertambah,” kata Pak T.

“Di rumah Bapak ada AC atau Kipas angin?” tanya aya.

Pak T menjawab “Hanya ada AC alam saja, Dok”sambil tersenyum kecut.

Saat ini di kota Cirebon mulai memasuki musim Kemarau sehingga udara terasa lebih panas menyengat. Kita akan cepat berkeringat dan gatel bila tidak segera membersihkan diri.

Saya berkesimpulan bahwa keluhan Pak T ini akibat udara panas. Saya tetap memberikan kombinasi obat anti TBC kepada Pak T dari merek yang lain dan salah satu tablet diganti dengan sirup. Hal ini unuk memberikan kesan bahwa dokter dokter telah mengganti obatnya, padahal kandungan obat berkhasiatnya tetap sama.

Ketika Pak T dan putrinya hendak meninggalkan Ruang Periksa, saya menyarankan agar di rumah Pak T dipasang paling tidak Kipas Angin agar udara lebih sejuk. Udara sejuk tidak menyebabkan berkeringat dan kulit gatel-gatel. Dengan demikian Pak T diharapkan lebih patuh meminum obatnya.-



-----



Bagaimana kita akan menerima kalau tidak mau memberi kepada orang lain?
Makin banyak memberi, akan makin banyak akan menerima.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.