Sunday, September 12, 2010

BB bertambah



13 Sept 2010.
Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri telah lewat, semua kembali ke fitri.

Pagi ini datang berobat Pak N, 40 tahun, seorang karyawan sebuah perusahaan swasta.
Ia mengeluh Diare 5 kali sejak tadi malam. Hidangan Ketupat  Lebaran, Opor Ayam ( yang bersantan ) dan Sambel Goreng Hati ( yg cukup pedas ) yang banyak di santap membuat perut Pak N berontak dan segera menimbulkan reaksi agar semua isi saluran makanannya secara reflex dikeluarkan dan timbullah Diare. Suatu fenomena yang wajar saja, sehingga kita jangan berlebihan bila menyantap makanan.

Seperti biasa, pasien diminta naik ke atas sebuah timbangan untuk mengetahui berapa BB-nya. Tampak angka 52 Kg. Sebelum bulan puasa katanya 50 Kg. Setelah melewati bulan Puasa, BB menjadi 52 Kg.

Saya berkata “Kalau Puasanya benar, maka BB anda akan tetap atau sedikit berkurang. Lha ..ini kok malah naik, Pak N.”

Wajah Pak N tampak tidak cerah dan berkata “Iya, Dok, saya kalau buka puasa dan sahur cukup banyak menyantap makanan agar tidak lapar pada siang hari.”

Saya tidak bermaksud membuat malu, hanya berkomentar  “O..begitu, ya.” Sambil membuat sebuah resep untuknya.

Memang tidak mudah untuk membuat BB seorang menurun, tetapi kalau BB naik, biasanya akan lebih mudah. Hal ini sering dialami oleh saya sendiri. Usaha ( mengurangi asupan makanan yang manis-manis, berlemak, lebih banyak makan Sayuran danBuah-buahan, olah raga teratur )  dan kemauan ( tidak mudah tergoda santapan yang lezat, dapat mengendalikan diri )  yang keras sajalah dapat membuat BB menurun pada bulan-bulan berikutnya.

Obesitas atau kegemukan lebih mudah menyebabkan  Penyakit Hipertensi dan PJK ( Penyakit Jantung Koroner ). Kedua penyakit ini mesti kita hindari. Menjadi Pasien itu tidak enak, percayalah!

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.