Wednesday, November 9, 2011

Kurang Tidur



Kemarin pagi datang berobat Ibu N, 35 tahun. Ia diantar oleh suaminya.
Ibu N pernah datang mengantar saat putranya sakit beberapa bulan yang lalu. Saya samar-samar rasanya pernah melihat wajah Ibu N ini.

“Apakah Ibu pernah berobat disini?’ saya bertanya.

Ibu N menjawab “Saya pernah datang kesini mengantar putra saya untuk berobat, Dok. Saya sendiri belum pernah berobat disini.”

“Baik, Bu. Sekarang apa keluhan Ibu?

Ibu N menjawab “  Kepala saya sakit sejak 1 minggu, Dok terutama sebelah kanan. Badan terasa tidak fit.”

Saya melihat wajah Ibu N sejak ia  masuk ke ruang periksa, seperti wajah yang kurang tidur. Tidak ada aura ceria atau cerah. Wajah kurang tidur.

Saya bertanya “Kalau malam hari Ibu tidur pukul berapa?”

Sang suaminyalah yang menjawab “Waah…tidurnya selalu malam sejak beberapa hari yang lalu, Dok. Kadang kala pukul 02.00 dini hari baru tidur.”

“O..emang Ibu bekerja apa?” saya bertanya.

Suami Ibu N menjawab “Main Internet game, Dok.”

“Hebat..Ibu suka main game? Sampai larut malam?

Ibu N menjelaskan “Sebenarnya bukan main game saja, tetapi saya setiap malam selalu memeriksa dagangan saya di Internet. Saya jualan secara Online.”

“Wah…Ibu hebat nih jualan online. Emang Ibu menjual barang apa?”

“Saya jual pakaian, Dok. Saya ambil dari grosir di Tanah Abang, Jakarta secara Online juga.

Saya membatin, hebat juga pasien saya ini. Ia cari uang secara Online via Internet. Kapan ya saya dapat uang via Internet? Susah juga rasanya. Bagaimana bisa  memberi resep di Internet, terutama obat-obat yang dibeli harus dengan resep dokter.

Saya melanjutkan “Ibu, go Internet sih boleh-boleh saja, tetapi Ibu  harus atur kapan Ibu bekerja Online. Ibu harus atur kapan Ibu bekerja dan kapan Ibu harus tidur. Sakit kepala Ibu rasanya karena Ibu kurang tidur. Ini tampak dari wajah Ibu yang tidak bersinar yang merupakan tanda kondisi kesehatan Ibu sedang terganggu. Kemungkinan besar karena kurang tidur. Kalau Ibu mau bekerja malam hari, Ibu harus tidur siang hari. Dalam 24 jam Ibu harus tidur 7-8 jam tiap 24 jam.”

Ibu N menjawb :”O..begitu ya, Dok.”

Saya memberikan resep obat pain killer, vitamin dan penenang agar ia mudah tertidur.

Setelah Ibu N dan suaminya meninggalkan ruang periksa, saya membatin “ Hebat juga ya pasien saya ini. Ia mencari uang via Internet sampai lupa waktu. Punya uang banyak tetapi kesehatannya menurun. Sepertinya tidak bermanfaat. Saya tidak tahu bagaimana pendapat Ibu N ini. Semoga setelah ia berkonsultasi kepada saya, kesehatan dan hidupnya dapat menjadi lebih baik lagi.”


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.