Wednesday, November 18, 2009

Minta Resep saja


Untuk dapat memberikan Resep yang jitu, dokter harus membuat Diagnosa ( penentuan penyakit ) yang tepat. Diagnosa yang salah akan memberikan  Resep yang salah juga dalam upaya pemberian Terapi ( pengobatan ). Akhirnya penyakit tidak sembuh.

Kalau tidak tahu apa Diagnosanya, maka akan sangat sulit memberikan Terapi yang tepat.

Kalau lampu di rumah kita padam, maka ada beberapa kemungkinannya:

  1. Lampu rusak ( mesti ganti Lampu yang baru )
  2. Terjadi hubungan pendek dalam sistim listrik rumah kita ( perbaiki mana yang salah )
  3. Tidak ada aliran listrik dari PLN ( harus sabar menunggu datangnya aliran listrik atau pergunaan Generator set untuk menghasilkan listrik  )

---

Kemarin sore datang berobat  Ibu N, 65 th, pasien langganan saya, dengan keluhan : nyeri pinggan sebelah kanan sampai ke daerah bawah pusar. Ada rasa mual. Perut sedikit kembung. Tekanan darah sedikit tinggi. Dari pemeriksaan saya mengambil kesimpulan ini adalah suspect ( tersangka )  Batu saluran kencing sebelah kanan.

Saya menganjurkan agar membuat suatu Foto Perut ( BNO ), agar ditemukan Diagnosa yang benar dan pemberian Terapi yang benar. 

Pasien menolak dan ia berkata “Dok, minta resepnya sajalah. Engga usah buat Foto lagi.”

Dalam hati saya menganalisa mengapa ia menolak dibuat Foto BNO:

  1. Tidak ada dana yang cukup ( padahal ia mempunyai usaha yang cukup baik )
  2. Takut penyakitnya ditemukan ( menyembunyikan penyakit sendiri )
  3. Percaya bahwa dengan hanya minum obat saja penyakitnya akan sembuh .
  4. Pasien tidak mengerti ( padahal sudah dijelaskan maksudnya dan agar resep obatnya benar untuk penyakit yang dideritanya ).

Dari pembicaraan saya dengan Ibu N ini, ternyata ia sudah juga berobat kepada dokter lain dan diberi resep kapsul, konon untuk penghancur Batu saluran kencing. Resep itu dibeli, tetapi ia tidak mau meminumnya. Aneh juga sikapnya ini membeli obat tetapi tidak diminumnya. Mungkin pasien ini tidak percaya kalau ia menderita Batu Saluran Kencing. Oleh karena itu saya menyarankan dan membuatkan Surat pengantar ke sebuah Klinik Rontgen terdekat untuk membuat Foto BNO yang sangat dibutuhkan agar penderitaan pasien ini cepat sembuh.

Akhirnya saya membuat resep obat yang bersifat simptomatis ( penghilang gejala penyakit saja ) dan memberikan Surat pengantar pembuatan Foto BNO.

Kalau pasien ini tidak mau membuat Foto BNO dan 2 hari kemudian nyeri pingganganya belum sembuh, mungkin ia datang kembali kepada saya. Bila tidak datang lagi, kemungkinan ia akan pergi ke dokter lain yang dapat menyembuhkan penyakitnya.

---

Terlepas dari semua faktor, sering kali upaya penyembuhan penyakit  memerlukan kerja sama yang baik antara pasien dan dokter. Kalau saran dokter tidak dijalankan, maka hasil terapi juga tidak baik dan penyakit tidak sembuh.

Kalau penyakit tidak sembuh juga meskipun sudah datang berobat berulang kali, pasien menyangka dokternya tidak pandai. Wah …berabe juga. Sudah sekolah dokter bertahun-tahun, tapi akhirnya dijuluki dokter yang bodoh. Siapa yang salah? Suatu renungan bagi kita semua.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.