Wednesday, May 25, 2011

Mengenali Tujuh Kebuntuan Menulis


Artikel berikut ini akan memaparkan kepada Anda hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan ketika menulis karena membuat Anda menemukan jalan buntu ketika melakukannya. Artikel ini sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi tembok-tembok yang menjebak penulis untuk tidak berkembang. Jangan lakukan hal-hal yang disebutkan di bawah ini.
Kebuntuan 1 -- Berpikir Sebelum Menulis
Pikirkanlah apa yang hendak Anda katakan. Pikirkanlah tentang bagaimana sebaiknya Anda menulis sebuah karya dengan benar; sebaiknya tulisan itu bagus dan orisinil; paling tidak, tata bahasanya tersusun dengan tepat. Pikirkan setiap orang yang akan membacanya -- terutama ibu Anda. Ambillah satu cangkir kopi dan berpikirlah lagi.
Kebuntuan 2 -- Lebih Baik Melakukan Penelitian Saja
Anda perlu mengetahui segala sesuatu tentang buah "kiwi", "tempat pelacuran", atau bagaimana cara memburu, membunuh, mengeluarkan isi perut, dan memanggang babi hutan sebelum Anda menyelesaikan bab berikutnya. Jika memungkinkan, lakukanlah penelitian Anda sendiri; petualangan baik untuk penulis. Jangan memulai tulisan Anda sama sekali sampai penelitian Anda tuntas.
Kebuntuan 3 -- Mencari Banyak Nasihat
Tunjukkanlah halaman pertama Anda atau sebagian "draf" Anda kepada pasangan atau orang-orang yang dekat dengan Anda -- teman-teman, atau bahkan dokter gigi Anda. Abaikanlah fakta bahwa salah satu definisi unta adalah kuda bagi suatu komunitas. Simaklah potongan-potongan nasihat yang bisa Anda dapatkan -- bahkan jika nasihat-nasihat tersebut saling berkontradiksi. Janganlah percaya kepada diri Anda sendiri!
Kebuntuan 4 -- Mengambil Hati Semua Komentar
Jika karya Anda dikritik dan mereka mengatakan bahwa karya Anda tidak sempurna, anggaplah bahwa sebenarnya mereka tidak menyukai diri Anda. Mencibirlah, menggerutulah, dan mengeluhlah tentang perlakuan yang tidak adil ini! Jika Anda dipuji dengan berlebihan atau diangkat sebagai Ernest Hemingway atau Erma Bombeck yang baru, jangan repot-repot menulis kembali atau memoles karya Anda sedikit pun. Langsung saja kirimkan karya itu. Ketika ditolak oleh redaksi, berhentilah menulis untuk selamanya.
Kebuntuan 5 -- Menanti Inspirasi
Periksalah horoskop harian Anda dan siklus biologi Anda. Jika Anda sedang beruntung, ada kaos kaki ungu di ember cucian; jadi, lebih baik mencuci pakaian daripada menulis. Rapikan meja Anda sambil menunggu inspirasi. Setidaknya Anda sudah berada dekat dengan mesin ketik; bersihkan tombol-tombolnya dan gantilah pitanya. Jika imajinasi Anda mulai menggoda, pergilah ke bioskop. Mungkin Anda ingin menulis naskah drama di kemudian hari.
Kebuntuan 6 -- Tunda! Tunda!
Menunda adalah pengukur prioritas yang luar biasa. Renungkanlah ini, jika Anda bisa menundanya begitu lama, Anda mungkin tidak perlu menuliskannya sama sekali. Seseorang akan melakukannya atau ide tersebut akan kadaluarsa. Jangan menulis sekarang. Besok akan lebih baik.
Kebuntuan 7 -- Tetaplah Serius!
Jangan pernah puas dengan sesuatu yang tidak sempurna. Ingatlah bahwa apa yang Anda kerjakan perlu menjadi sesuatu yang sangat penting. Jangan lupakan sedikit pun bahwa betapa banyak yang bergantung dalam penyelesaian proyek ini. Jika Anda merusaknya, Anda akan kehilangan muka, kehilangan kredibilitas, atau kehilangan akal Anda. Jangan pernah berhenti menekan diri Anda jika Anda ingin menampilkannya. Hasil dari kebuntuan penulis akan hilang dalam satu atau dua tahun -- setelah bahaya kesuksesan berlalu. (t/Uly)
Diterjemahkan dari:
Judul Asli Artikel:Writer's Blocks Make
Great Walls
Judul Buku:Anybody Can Write
Penulis:Roberta Jean Bryant
Penerbit:Barnes & Noble, Inc.,
New York 2002
Halaman:104 -- 106


Sumber :
http://pelitaku.sabda.org/mengenali_tujuh_kebuntuan_menulis

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.