Sunday, August 5, 2012

Ashma


2 hari yang lalu datang berobat Nn. S, 20 tahun. Ia diantar oleh Ibunya.
Keluhannya batuk-batuk sejak 3 hari yang lalu. Tidak ada demam dan flu. Bila batuk ia tidak mengeluarkan dahak. Ia sudah minum tablet anti batuk yang dijual bebas, tetapi tidak kunjung sembuh.

Tampak wajah pasien murung dan tidak ceria.

Pada pemeriksaan dengar ( auskultasi ) dengan alat Stetoscop, terdengar suara wheezing dan ronchi kering di kedua paru-parunya. Ini gejala khas pada penyakit Ashma bronchiale. Kakeknya juga penderita Ashma. Pasien ini juga alergi terhadap Ikan laut.

Pada penyakit Ashma ini terdapat gejala: penyempitan saluran nafas ( bronchus ), sekresi lendir saluran nafas dan lendirnya bersifat lengket. Gejala penyakit ini tidak dapat diatasi dengan pemberian obat anti batuk biasa.

Untuk pasien ini saya memberikan resep obat utuk melebarkan bronchus ( bronchodilator ), tablet yang mengandung anti alergi dan peradangan dan tablet pengencer lender ( mukolitik ). Semoga penyakitnya dapat sembuh.

Saya menyarankan agar ia tidak makan ikan laut dan bila naik motor agar memakai masker agar debu jalanan tidak terhirup.

Sampai saya menulis artikel ini, Nn. S tidak datang kembali. Semoga ia sudah sembuh.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.