Saturday, September 1, 2012

5 teknologi yang mungkin bertahan sampai 2030 mendatang

Contoh keyboard QWERTY dari era ke era (© 2012 Merdeka.com)

Mungkin banyak dari kita mempunyai spekulasi seperti apa 10, 30 atau juga 50 tahun lagi. Menurut catatan Gizmodo (09/08), sedikitnya terdapat sekitar 5 teknologi yang kemungkinan tetap bertahan dan dipakai sampai tahun 2030 mendatang.

Keyboard QWERTY
Walaupun sekarang sudah bermunculan teknologi baru seperti touchscreen atau juga voice recognition, namun sejak diciptakan pada tahun 1874 oleh E. Remington sampai sekarang, masih banyak perangkat elektronik yang menggunakan deretan tombol ini. Oleh karenanya, QWERTY akan tetap bertahan dan tak lekang dimakan zaman.

Microsoft Office
Produk besutan Microsoft satu ini mulai diciptakan sampai sekarang memang banyak mengalami penambahan dan pergantian desain. Namun walaupun telah berubah, fungsi dari Ms. Office ini tetap sama yaitu untuk pemrosesan data. Oleh karenanya, teknologi satu ini kemungkinan mampu bertahan lama.

PC
Saat ini dunia teknologi sedang kebanjiran produk-produk smartphone dan tablet, membuat PC sedikit tersisihkan. Namun, walaupun tersisihkan, PC akan tetap digunakan dan berperan penting sampai tahun 2030 mendatang. PC merupakan teknologi multi-tasking yang sangat berguna untuk menciptakan perangkat-perangkat baru lainnya.

Wi-Fi
Sejak diperkenalkan kepada publik pada tahun 1997 lalu, koneksitas 802.11 standard mendominasi koneksi wireless. Setiap smartphone, tablet dan notebook saat ini pasti dilengkapi dengan teknologi satu ini. Banyak tempat khususnya di perkotaan besar yang menyediakan fasilitas Wi-Fi dalam lingkup bisnis mereka. Semua perangkat tanpa harus terhubung dengan kabel internet juga dapat mengakses dunia maya secara mudah dan praktis. Oleh karenanya, kemungkinan teknologi ini mampu bertahan sampai tahun-tahun berikutnya.

Local storage
Saat ini, dunia awan atau Cloud tengah naik daun. Mulai dari Google sampai Microsoft mempunyai jasa layanan Cloud sendiri. Banyak juga pengguna internet yang tidak mau ribet membawa perangkat penyimpanan portable kemana-mana. Oleh karenanya mereka lebih dominan menggunakan layanan Cloud agar dapat dibuka di mana dan kapan saja. Namun, peran local storage atau tempat penyimpanan eksternal tidak boleh dikesampingkan. Dengan bertambah majunya zaman dan pintarnya manusia, sekuat apapun sekuritas Cloud, pasti dapat dibobol juga. Oleh karenanya perangkat ini akan tetap bertahan sebagai media penyimpan data-data penting. [das]

Sumber 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.